Terkini Daerah
Sekolah Informal yang Muridnya Jadi Pelaku Perusakan Makam di Solo Ditutup, Lurah Mojo: Kesepakatan
Sekolah informal tempat anak-anak pelaku perusak makam mengaji diminta tutup. Selain itu, sesuai kesepakatan, sekolah diminta pindah.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kasus perusakan makam di Pemakaman Cemoro Kembar, Solo, Jawa Tengah berlanjut.
Diketahui, sekolah informal tempat anak-anak tersebut belajar dikabarkan ditutup.
Dikutip TribunWow.com dari Tribun Solo pada Rabu (23/6/2021), selain diminta untuk tutup, sekolah tersebut diketahui juga diminta untuk pindah.
Penutupan sekolah tersebut disepakati oleh warga dan pengurus dalam sebuah rapat yang diadakan beberapa waktu lalu.
"Iya ditutup. Kemarin kesepakatan bersama," kata Lurah Mojo, Margono.
Namun, perihal kepindahan sekolah tersebut, Margono tidak mengetahui kapan akan pindah.
Hanya saja, pihak sekolah meminta waktu satu sampai dua bulan.
Baca juga: Pelaku Perusakan 12 Makam di Solo Diketahui Masih Anak-Anak, Begini Kondisinya dan Respons Gibran
"Belum tahu, kemarin rapat RT / RW dengan warga dan pengurus sekolah," ucapnya.
"Mereka meminta waktu untuk pindah, mereka minta waktu satu sampai dua bulan."
Meski demikian, diketahui pihak sekolah saat ini tengah menyicil persiapan pindah.
Sudah Ajukan Izin Pendirian Sekolah
Sekolah tersebut sempat dipertanyakan perihal perizinannya.
Akan tetapi, pengurus sekolah, Wildan mengaku bahwa pihaknya sudah mengajukan perizinan ke kementerian agama.
Akan tetapi, surat tersebut belum sampai di tangannya.
"Izin memang sudah (diajukan), tapi SK-nya (surat keputusan) belum keluar masih proses," akunya, Rabu (23/6/2021).
Baca juga: Soal Covid-19, Gibran Rakabuming Kabarkan Pembelajaran Tatap Muka di Solo: Kalau Juli Bisa, Ya Jalan