Euro 2020
Tanggapan UEFA soal Kabar akan Dipindahnya Final EURO 2020 dari Wembley Inggris ke Budapest Hungaria
Induk sepak bola Eropa (UEFA) menjawab soal kabar akan dipindahnya laga final EURO 2020 dari London, Inggris ke Budapest Hungaria.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Induk sepak bola Eropa (UEFA) menjawab soal kabar akan dipindahnya laga final EURO 2020.
Kabar sebelumnya menyebut bahwa final EURO 2020 yang sudah direncanakan akan digelar di Stadion Wembley, Inggris dipindah ke Budapest Hungaria.
Meski begitu, UEFA rupanya menegaskan bahwa final EURO 2020 akan tetap berlangsung di London, Inggris.

Baca juga: Deretan MOTM EURO 2020 hingga Awal Matchday Ketiga, Ada Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski?
Baca juga: Tak Perkuat Inggris di EURO 2020, Jesse Lingard Sampaikan Curhatannya: Takkan Berhenti Tersenyum
Seperti yang diketahui, kabar akan dipindahnya laga puncak turnamen empat tahunan ini tidak terlepas dengan angka Kasus COVID-19 yang kembali meninggi di Inggris.
Hal itu membuat beberapa pihak khawatir dengan keberlangsungan EURO 2020.
Jika melihat laporan yang beredar belakangan ini, Inggris memang menunjukkan peningkatan kasus COVID-19.
Dilansir BolaSport.com dari Evening Standard, jumlah kasus pada Senin (21/6/2021) telah meningkat lebih dari seribu kasus dibandingkan dengan hari Minggu (20/6/2021) yang mencatatkan 9.284 kasus.
Meningkatnya kasus COVID-19 di Inggris pun bisa berimbas pada gelaran EURO 2020.
Pasalnya, beberapa pertandingan yang belum dimainkan akan digelar di Inggris, tepatnya Stadion Wembley, London.
Pertandingan-pertandingan yang akan digelar di Wembley adalah matchday 3 Grup D EURO 2020 antara Inggris melawan Republik Ceska, 16 besar, semifinal, dan final.
Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, merupakan salah seorang yang cukup khawatir dengan kondisi terkini Inggris.
Hal itu pun membuat Mario Draghi mendesak UEFA untuk memindahkan tempat perhelatan partai semifinal dan final dari Stadion Wembley ke Stadion Olimpico, Roma, Italia.
Baca juga: Jadwal Babak 16 Besar Euro 2020: Sudah Ada 11 Tim Lolos, Portugal dan Jerman Masih Berburu Tiket
"Saya akan mencoba menghentikan final yang diadakan di negara tempat infeksi meningkat dengan cepat," tutur Draghi seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
"Saya menganjurkan bahwa final tidak boleh terjadi di negara dengan risiko infeksi sangat besar," tambahnya.
Kendati demikian, UEFA selaku penyelenggara EURO 2020 bersikeras dengan keputusan yang telah mereka tentukan.