Breaking News:

Euro 2020

Euro 2020: Ada Saran Pertandingan Semifinal dan Final Dipindah dari Wembley, Ini Penjelasan UEFA

Stadion Wembley, London Inggris rencananya akan digunakan sebagai tempat pertandingan semifinal pada 6-7 Juli 2021 mendatang dan sekaligus Final Euro

Wonderslist.com
iustrasi Stadion Wembley, UEFA belum berpikir untuk mengganti lokasi semifinal dan final Euro 2020, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Stadion Wembley, London Inggris rencananya akan digunakan sebagai tempat pertandingan semifinal pada 6-7 Juli 2021, sekaligus Final Euro 2020 11 Juli mendatang.

Namun, dengan kasus Covid-19 yang semakin melonjak serta syarat bagi orang asing datang ke Inggris yang ketat dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pertandingan tersebut. 

Dilansir dari Reuters, Inggris mencatat 10.633 kasus baru Covid-19 dan lima kematian pada hari Senin (12/6/2021).

Baca juga: Klasemen Grup E Euro 2020: Spanyol dan Slovakia Pertaruhkan Tiket Babak 16 Besar

Secara akumulasi, jumlah tersebut menjadikan jumlah korban menjadi 4,63 juta kasus yang dikonfirmasi dan 127.976 total kematian, menurut penghitungan Reuters.

UEFA juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki rencana darurat untuk memindahkah final dari Wembley kecuali Inggris setuju untuk mengecualikan orang yang terlibat dengan Euro baik suporter, sponsor, staff, wartawan dari aturan karantina 10 hari.

Namun hingga saat ini belum ada rencana terkait pemindahan laga tersebut.

"UEFA, FA Inggris, dan otoritas Inggris bekerja sama dengan baik untuk menggelar semi-final dan final Euro di Wembley dan tidak ada rencana untuk mengubah tempat pertandingan itu," kata juru bicara UEFA, Selasa (22/6/2021).

UEFA telah bekoordinasi dengan pemerintah Inggris terutama untuk mengamankan pengecualian bagi suporter yang bersaing untuk melakukan perjalanan ke London untuk semifinal dan final bulan depan.

Namun hingga hari ini belum ada keputusan detail yang disampaikan oleh UEFA.

"UEFA senang bahwa kapasitas di Wembley akan naik setidaknya 50% untuk pertandingan babak sistem gugur," tulis UEFA.

"Saat ini, kami sedang berdiskusi dengan pihak berwenang setempat untuk mencoba mengizinkan penggemar tim yang berpartisipasi untuk menghadiri pertandingan, menggunakan pengujian ketat dan konsep dengan masa tinggal mereka di Inggris akan kurang dari 24 jam dan pergerakan mereka akan dibatasi hanya untuk transportasi dan tempat yang akan diatur," lanjutnya.

"Kami memahami tekanan yang dihadapi Pemerintah dan berharap dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan dari diskusi kami tentang masalah ini, selalu ada rencana darurat tetapi kami yakin bahwa laga terakhir akan diadakan di London," UEFA menjelaskan.

Baca juga: Klasemen Grup E Euro 2020: Spanyol dan Slovakia Pertaruhkan Tiket Babak 16 Besar

Baca juga: Prediksi Pertandingan Grup D Euro 2020: Lawan Skotlandia, Finalis Piala Dunia Pesimis Masuk 16 Besar

Euro 2020, yang telah 12 bulan terlambat karena pandemi Covid-19, sedang berlangsung di 11 negara di seluruh Eropa.

Dari 11 tuan rumah, sembilan kota di daratan Eropa telah memberikan pengecualian karantina bagi warga negara dari negara lain untuk menghadiri pertandingan di negara mereka. 

Dilansir dari ESPN, ada sumber yang mengatakan, bahwa Inggris terus memegang teguh kebijakan terkait pengetatan akses masuk.

Kebijakan tersebut menuntut karantina 10 hari untuk semua pengunjung dari negara-negara dalam daftar kuning Inggris.

Pemerintah Inggris juga enggan untuk membebaskan pejabat UEFA pada saat warga negara Inggris patuh untuk tindakan ketat yang sama, ketika kembali dari luar negeri.

Pembicaraan ini sebenarnya sudah dilakukan ketika final Liga Champions 2021 antara Manchester City dan Chelsea harus dipindahkan dari Istanbul, Turki.

Namun kesepakatan gagal tercapai karena penolakan pemerintah untuk mengesampingkan aturan karantina hingga 2.500 tamu UEFA.

Hingga akhirnya pertandingan berlangsung di Portugal bulan lalu.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved