Wacana Presiden 3 Periode
Heran Qodari Ngebet Jokowi 3 Periode Gandeng Prabowo di Pilpres 2024, Refly Harun: Apa Tujuannya?
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara soal kontroversi presiden 3 periode yang mendapat dukungan Direktur Eksekutif Indo Barometer, Qodari.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Refly juga mengaku heran dengan pernyataan Qodari tersebut.
"Karena kalau tujuannya mengatakan united Indonesia, rasanya enggak juga."
"Karena ketika Prabowo menjadi bagian dari kabinet tetap saja kelompok yang kritis bekerja dengan kekritisannya," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.41:
Pernyataan Qodari
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari telah menyatakan sikapnya untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) maju kembali di 2024 bersama Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tiga periode.
Menurut Qodari akan berbahaya jika Prabowo maju dan berakhir melawan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di 2024 mendatang.
Ia menyebut, Prabowo nantinya akan bernasib sama seperti Jokowi pada pilpres sebelumnya, di mana Jokowi menjadi korban fitnah.
Baca juga: Relawan JoMan Tak Setuju M Qodari Dukung Presiden 3 Periode: Menyesatkan Presiden Jokowi
Hal tersebut disampaikan oleh Qodari dalam acara Kompas Petang, Sabtu (19/6/2021).
Qodari mengatakan, tujuannya mendukung Jokowi adalah untuk menghindari terjadinya polarisasi di masyarakat.
Jika mendukung Prabowo maju sebagai presiden, menurutnya polarisasi tetap akan terjadi.
"Nanti kalau Pak Prabowo maju, dukung Pak Prabowo, lawannya nanti Anies Baswedan," kata Qodari.
Qodari menyebut, polarisasi di masyarakat akan semakin parah jika nantinya Prabowo bertarung melawan Anies.
"Maka polarisasi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya itu akan terulang lagi, bahkan pada skala yang akan lebih berat," ungkap dia.
Ia mengungkit bagaimana pada pilpres 2019, Prabowo yang sesungguhnya sosok nasionalis, maju sebagai calon presiden dari partai Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pakar-hukum-tata-negara-refly-harun-mengaku-masih-ragu.jpg)