Wacana Presiden 3 Periode
Soal Presiden 3 Periode, Rocky Gerung Persilakan Jokowi Tampar Muka Sendiri atau M Qodari: Masa Diam
Rocky Gerung menilai sikap Qodari soal mendukung isu presiden tiga periode merupakan hal yang liar dan tidak masuk akal.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Rocky Gerung akhirnya ikut mengomentari soal Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.
Seperti yang diketahui, M Qodari menuai sorotan publik karena sikapnya menyuarakan dukungan terhadap wacana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjabat selama tiga periode.
Merespons usulan itu, Rocky Gerung kemudian mempersilakan agar Jokowi untuk menampar dirinya sendiri atau M Qodari.

Baca juga: Sosok M Qodari, Trending karena Dukung Jokowi 3 Periode, Pernah Dianggap Aneh oleh Refly Harun
Baca juga: Trending di Twitter Tagar TangkapQodari, Ini Peran Qodari dalam Usulan Jokowi-Prabowo 2024
Hal itu disampaikan Rocky Gerung di dalam kanal YouTube miliknya Rocky Gerung Official, Sabtu (19/6/2021).
Rocky Gerung menilai sikap M Qodari mendukung wacana Jokowi tiga periode tidak memiliki nilai apapun.
"Dua tokoh (Jokowi dan Prabowo Subianto -red) ini juga sebetulnya terganggu," ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung menganggap, M Qodari sudah kehabisan ide.
"Sesuatu yang sebetulnya bisa dia tahan, berarti dia enggak punya ide lagi, sehingga ide yang paling liar pun diucapkan," kata dia.
Kendati demikian, Rocky Gerung menyebut M Qodari juga tidak bisa disalahkan.
"Bagi saya, ide-ide semacam ini memang akan muncul di dalam keadaan hari ini, di mana tidak ada desain pikiran bangsa ini," kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung menganggap, Jokowi lah yang patut disalahkan atas munculnya wacana liar tersebut.
"Yang salah adalah Presiden Jokowi karena tidak mendidik bangsa ini untuk berpikir, sehingga orang du**u pun akhirnya masuk di dalam lingkaran yang seharusnya dihalangi oleh presiden," terang dia.
Rocky Gerung lalu mempersilakan agar Jokowi menampar wajahnya sendiri atau menampar M Qodari.
"Tapi okay itu belum terlambat, silakan presiden tampar mukanya sendiri kalau enggak dia harus tampar Qodari itu," kata Rocky Gerung.
"Kan publik tunggu itu, konsistensi presiden."
"Kalau ada orang yang sudah nampar muka masa presiden diam saja, tampar balik dong," sambungnya.
Rocky Gerung juga menyindir bahwa sikap dari M Qodari merupakan tamparan sayang terhadap Jokowi.
"Atau ini tamparan sayang sesungguhnya yang ditunggu oleh presiden, kita enggak tahu," pungkas Rocky Gerung.
Simak videonya mulai menit ke-14.10:
Jawaban Jokowi soal Presiden 3 Periode
Sebelumnya Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Bahkan Jokowi sendiri mengaku tidak berminat maju lagi di pemilihan presiden edisi mendatang.
Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Senin (15/3/2021).
Dalam kesempatan itu, Jokowi seakan-akan sudah bosan menanggapi pernyataan tentang wacana tersebut.
Pasalnya menurut Jokowi, dirinya sudah berkali-kali memberikan bantahan.

Baca juga: Tanggapi Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Mahfud MD: Kalau Mau Ubah Lagi, Itu Urusan MPR
Seperti yang diketahui, wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode kembali mencuat setelah disuarakan oleh politisi senior sekaligus mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.
"Apa lagi yang harus saya sampaikan, bolak-balik sikap saya enggak berubah," ujar Jokowi, Senin (15/3/2021), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi lantas meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan ataupun melemparkan isu-isu tidak mendasar.
Terlebih menurut Jokowi, pemerintah saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19 yang dinilai jauh lebih penting.
"Janganlah membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," harapnya.
Terakhir, Presiden asal Solo Jawa Tengah itu dengan tegas mengatakan bahwa periode kedua ini akan menjadi periode terakhir dirinya memimpin Indonesia.
Dirinya mengaku menghormati dan akan menjaga konstitusi yang sudah menetapkan masa jabatan presiden selama dua periode.
"Saya tegaskan saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," tegas Jokowi.
"Konstitusi amanahkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama-sama," pungkasnya.
Jawaban dari Jokowi tersebut masih sama dengan apa yang sudah disampaikan di awal masa pemerintahannya di periode ke dua ini, tepatnya pada 2 Desember 2019 silam.
Saat itu, menurut Jokowi pihak-pihak yang menuding atau berbicara soal wacana presiden dipilih tiga kali, memiliki tiga alasannya.
Di ataranya adalah ingin menampar muka dari Jokowi.
"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga alasannya. Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan," pungkasnya. (TribunWow.com/Anung)