Breaking News:

Terkini Daerah

Pemkot Sebut Bandung Terancam Kolaps karena Covid-19, dr Tirta: Stop Panik, Semua Harus Optimis

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengkhawatirkan Faskes dan tenaga medis di Bandung kolaps karena lonjakan kasus Covid-19.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Instagram/@dr.tirta
Influencer sekaligus nakes dr. Tirta Mandira Hudhi menanggapi soal Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang menyatakan Kota Bandung terancam kolaps. Minggu (6/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyoroti soal peningkatan kasus Covid-19 di Bandung.

Ia khawatir, peningkatan kasus yang terus terjadi ini akan membuat fasilitas kesehatan atau tenaga medis di Bandung kolaps atau tumbang.

Menanggapi hal ini, influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi meminta agar semua unsur harus tetap optimis.

Influencer sekaligus nakes dr. Tirta Mandira Hudhi menanggapi soal Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang menyatakan Kota Bandung terancam kolaps. Minggu (6/6/2021).
Influencer sekaligus nakes dr. Tirta Mandira Hudhi menanggapi soal Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang menyatakan Kota Bandung terancam kolaps. Minggu (6/6/2021). (Instagram/@dr.tirta)

Baca juga: Kota Bandung Terancam Kolaps karena Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Wawalkot hingga Dinkes

Pernyataan itu disampaikan oleh dr. Tirta lewat akun Instagram miliknya @dr.tirta, Minggu (6/6/2021).

Dalam unggahannya itu, ia mengutip berita dari TribunJabar.id berjudul "Kota Bandung Terancam Kolaps oleh Covid-19, Kasus Melonjak, Keterisian Tempat Tidur 79,9 persen"

Berita tersebut mengutip pernyataan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sebagai berikut:

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," kata Yana di Lodaya, Minggu (6/6/2021).

Dokter Tirta berpesan, agar semua pihak harus selalu optimis dan tidak panik.

Dirinya juga berpesan agar tidak menyebarkan narasi yang saling menyalahkan satu sama lain.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh dr. Tirta:

"Stop panik. Yang penting. Semua harus tetap optimis. Jaga diri jaga sesama

Dan saya kira stop narasi saling menyalahkan ya kawan2

Suwun dan terimakasih"

Naik Setelah Libur Panjang

Diketahui , kasus harian di Kota Bandung pada Minggu (6/6/2021) mencapai rekor hingga 100 orang yang sebelumnya sekitar 30-an orang per hari.

"Kami justru khawatir adanya libur panjang, karena siklusnya peningkatan Covid-19 terjadi setelah adanya libur panjang dan biasanya itu pada dua minggu sampai sebulan pascalibur panjang," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana seperi dikutip TribunJabar.com, Minggu (6/6/2021).

Yana menjadi khawatir karena melihat kekuatan Kota Bandung dalam masalah tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di kota tersebut.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Madura, Suramadu Disekat hingga IGD RSUD Bangkalan Ditutup Sementara

Berdasarkan data hari ini, di Kota Bandung dari bed occupancy ratio (pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit -red) atau BOR sudah menembus di angka 79,9 persen.

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," katanya.

Kini Pemkot Bandung tengah berupaya agar virus tersebut tidak menyebar dan meluas ke tempat lain atau membuat orang lain ikut terpapar.

Hal tersebut dilakukan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di kewilayahan.

"Kalau saya sih kuncinya pada PPKM mikro. Sebab, RT dan RW yang tahu betul warganya apakah mereka mudik atau tidak. Jadi, ketika ketahuan ada yang mudik atau tak ada selama beberapa hari bisa langsung diisolasi," katanya.

Dinkes Kota Bandung Beri Penjelasan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara menjelaskan, bahwa maksud dari situasi kolaps tersebut, adalah ketidakmampuan fasilitas kesehatan untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal, akibat beban pertumbuhan kasus yang terus bertambah. 

"Jadi maksudnya kondisi itu (kolaps) bisa terjadi, apabila penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus tidak terkendali, lonjakan kasus terus terjadi, maka ada risiko terganggunya pelayanan kesehatan akibat beban besar yang terus bertambah," ujarnya saat dihubungi TribunJabar.com, Minggu (6/6/2021).

Ahyani menuturkan, upaya pengendalian kasus Covid-19 di Kota Bandung telah dilakukan dengan sangat baik.

Dia juga memaparkan lonjakan kasus harian di Bandung meningkat beberapa hari terakhir pascalibur lebaran. 

Di mana, biasanya temuan kasus harian Covid-19 Kota Bandung sejak awal Mei lalu hanya berada di bawah lima puluh temuan kasus per hari.

Namun sejak beberapa hari terakhir, jumlah temuan kasus positif Covid-19 meningkat signifikan, hingga seratus kasus per hari.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kudus Dapat Perhatian Presiden, Kodam IV/Diponegoro Kirim 450 Personel Gabungan

Hal ini pun, lanjutnya, selain menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di masyarakat terus meningkat.

Tapi juga membuktikan bahwa upaya testing dan tracing, terus menerus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung secara efektif. 

"Inilah yang menjadi kekhawatiran bukan hanya Pak Wakil (Wali Kota) tapi juga semua pihak, bahwa dengan beban besar yang ditimbulkan efek dari situasi tersebut, maka diperlukan peningkatan jumlah tenaga kesehatan hingga ketersediaan infrastruktur pelayanan, seperti tempat tidur pasien yang perlu terus ditambah. Sebab bila hal ini tidak dilakukan, maka akan banyak pasien yang tidak terlayani," ucapnya.

Dampak dari situasi itu pun mengakibatkan,  kesiapan dari sarana prasarana fasilitas kesehatan yang harus terus ditingkatkan.

Apalagi rumah sakit yang berada di Kota Bandung ini, bukan hanya diperuntukkan hanya melayani warga Kota Bandung, tapi juga warga Bandung Raya dan sekitarnya.

Terlebih, dengan kesiapan dan kelengkapan fasilitas serta jenis rumah sakit di Kota Bandung yang dinilai masyarakat lebih baik dari kondisi rumah sakit di daerahnya, mengakibatkan 40 persen warga luar Kota Bandung dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan setiap harinya.

"Maka demikian, bukan hanya kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bandung saja, tapi juga kenaikan kasus di daerah lain dapat mempengaruhi kekuatan dan kemampuan dari fasilitas pelayanan kesehatan dalam menahan laju penyebaran covid-19 ini," ujar Ahyani. (TribunWow.com/Anung/Afzal Nur Iman)

Sebagian artikel ini telah diolah dari TribunJabar.id dengan judul Kota Bandung Terancam Kolaps karena Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan, dan  Kota Bandung Terancam Kolaps oleh Covid-19, Kasus Melonjak, Keterisian Tempat Tidur 79,9 Persen

Baca Artikel Lain Terkait

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved