Breaking News:

Persib Bandung

Jadi Orang yang Paling Menolak Tak Ada Sistem Degradasi, Komisaris Persib Bandung: Harkat Martabat

Komisaris Persib Bandung Umuh Muchtar menilai, sepak bola tidak ada harkat martabatnya apabila tidak ada sistem degradasi

Persib.co.id/M. Jatnika Sadili
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar - Terbaru, Komisaris Persib Bandung Umuh Muchtar menilai, sepak bola tidak ada harkat martabatnya apabila tidak ada sistem degradasi, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Komisaris Persib Bandung Umuh Muchtar menilai, sepak bola tidak ada harkat martabatnya apabila tidak ada sistem degradasi.

Tidak ada sistem degradasi membuat sepak bola tak ternilai, dan hal itu membuat keuntungan kepada para penjudi.

"Kalau tidak ada degradasi, itu sama saja dengan merendahkan harkat martabat sepak bola, tidak akan nilainya lagi dan itu memberikan kesempatan kepada penjudi," kata Umuh Muchtar dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memberi pesan jelang laga Persib Bandung Vs Kalteng Putra
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memberi pesan jelang laga Persib Bandung Vs Kalteng Putra (Persib.co.id)

Komisaris Persib Bandung menilai sistem degradasi yang diberlakukan pada kompetisi, membuat kompetisi ini bergengsi.

Dengan sistem degradasi klub terburuk pada pada kompetisi itu akan diturunkan ke divisi lebih rendah.

Baca juga: Jelang Liga 1 2021, Persib Bandung Bakal Lakukan 2 Kali Latihan Tanding dalam Sehari

Sedangkan klub terbaik akan mendapatkan promosi untuk naik ke divisi lebih tinggi dari sebelumnya.

Sebagai contoh terdapat empat klub yang mengikuti Liga 1 Indonesia di dasar degradasi hinga akhir musim kompetisi.

Maka empat klub yang masuk degradasi, akan diturunkan kasta kompetisinya ke Liga 2 Indonesia.

Sedangkan, empat klub terbaik di Liga 2 Indonesia akan mendapatkan promosi untuk berkompetisi di Liga 1 Indonesia.

Komisaris Persib Bandung tidak mempermasalahkan turnamen seperti Piala Presiden dan Menpora tidak memerlukan degradasi.

Umuh Muchtar juga mengaku sebagai orang yang paling tak setuju soal penghapusan degradasi.

"Itu kan yang kita harapkan, yang digadang-gadang tidak ada degradasi dan promosi semua tahu saya yang paling dulu teriak. Alhamdulillah saya dan ada beberapa klub juga yang tidak setuju, karena FIFA juga akan memberikan sanksi berat," ujar Umuh di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (1/6/2021).

Degradasi dari PSSI

Dikutip TribunWow.com dari website resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sebelumnya PSSI mengumumkan bahwa Liga 1 dan 2 2021 akan tetap menggunakan format promosi dan degradasi.

Liga 1 dan 2 tetap menggunakan format promosi dan degradasi, setelah Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan bersama semua Exco PSSI berdiskusi.

Dari diskusi yang dilakukan, akhirnya disepakati tetap akan menggunakan format promosi dan degradasi.

“Dalam diskusi dengan semua Exco PSSI, akhirnya kami (PSSI) memutuskan Liga 1 dan 2 musim kompetisi 2021-2022 tetap ada promosi dan degradasi,” ujar Iriawan dilansir dari website resmi PSSI, Selasa (25/5/2021).

Sebelum PSSI memutuskan menggunakan sistem promosi dan degradasi, konflik diawali dari beberapa klub liga 1 dan 2.

Di mana mereka mengirim surat permohonan kepada PSSI untuk menghilangkan format degradasi pada kompetisi mendatang.

Baca juga: Persib Bandung Maknai Hari Lahir Pancasila dalam Dunia Sepak Bola: Perangi Isu Rasisme Besar-besaran

Setelah diputuskan format kompetisi mendatang tetap menggunakan promosi dan degradasi, Ketua Umum PSSI memerintahkan Sekretaris Jendertalnya untuk membalas surat-surat dari tim Liga 1 dan Liga 2.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved