Breaking News:

TWK KPK

Pertama Kali Terjadi di Indonesia, Aksi Solidaritas 700 Pegawai KPK Minta Hasil TWK Dibatalkan

Meski lulus TWK, 700 pegawai KPK meminta agar pelantikan mereka menjadi ASN ditunda, dan meminta agar hasil TWK yang telah dilakukan dibatalkan.

Ilham Rian/Tribunnews.com
1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

TRIBUNWOW.COM - Lewat surat terbuka, sebanyak 700 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan pesan kepada Ketua KPK Firli Bahuri dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Surat tersebut berisi permohonan agar hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) dibatalkan, hingga pelantikan mereka yang lulus TWK menjadi aparatur sipil negara (ASN) agar ditunda.

700 pegawai tersebut diketahui semuanya lulus TWK namun tetap kompak membela 75 rekan mereka yang gagal lulus TWK.

Massa yang tergabung dalam Rakyat Indonesia Peruwat KPK melakukan aksi di depan Gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Ruwatan tersebut dilakukan sebagai simbol pengusiran energi jahat dari KPK pimpinan Firli Bahuri yang telah menonaktifkan 75 pegawai yang selama ini telah berjuang dalam memberantas korupsi.
Massa yang tergabung dalam Rakyat Indonesia Peruwat KPK melakukan aksi di depan Gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Ruwatan tersebut dilakukan sebagai simbol pengusiran energi jahat dari KPK pimpinan Firli Bahuri yang telah menonaktifkan 75 pegawai yang selama ini telah berjuang dalam memberantas korupsi. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca juga: Respons Sederet Tokoh soal Polemik 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, dari Fahri Hamzah hingga AHY

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, diketahui ada 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK, 51 dinyatakan tidak bisa dibina dan bakal dipecat, lalu 24 lainnya dinyatakan masih dapat dibina.

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) menyebut, aksi solidaritas para pegawai KPK ini baru sekali terjadi sepanjang sejarah berdirinya KPK di Indonesia.

"Kita tengah menyaksikan solidaritas tanpa dan melampaui batas dari Pegawai KPK yang lulus TWK terhadap para koleganya yang disingkirkan secara melawan hukum oleh Pimpinan KPK melalui instrumentasi TWK," kata BW dalam keterangannya, Senin (31/5/2021).

Melalui surat itu, pegawai KPK meminta agar hasil TWK dibatalkan, memerintahkan seluruh pegawai KPK beralih status menjadi ASN sesuai mandat UU 19/2019 dan PP 41/2020 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), serta meminta penundaan pelantikan.

"Fakta ini sekaligus menegaskan spirit yang berkembang berupa solidaritas yang berpucuk dari akal sehat dan berpijak dari nurani menjadi 'barang langka' yang harus dihormati dan dijunjung tinggi oleh siapapun," kata BW.

BW juga menilai, aksi solidaritas tersebut menandakan bahwa para pegawai KPK sudah tidak lagi percaya dengan pimpinan KPK saat ini.

Berikut ini adalah daftar 75 nama pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos TWK:

1. Sujanarko
2. Ambarita Damanik
3. Arien Winiasih
4. Chandra Sulistio Reksoprodjo
5. Hotman Tambunan
6. Giri Suprapdiono
7. Harun Al Rasyid
8. Iguh Sipurba
9. Herry Muryanto
10. Arba'a Achmadin Yudho Sulistyo
11. Faisal Djabbar
12. Herbert Nababan
13. Afief Yulian Miftach
14. Budi Agung Nugroho
15. Novel Baswedan
16. Novariza
17. Budi Sokmo Wibowo
18. Sugeng Basuki
19. Agtaria Adriana
20. Aulia Postiera
21. Praswad Nugraha
22. March Falentino
23. Marina Febriana
24. Yudi Purnomo
25. Yulia Anastasia Fu'ada
26. Andre Dedy Nainggolan
27. Ahmad Fajar
28. Airien Marttanti Koesniar
29. Juliandi Tigor Simanjuntak
30. Nurul Huda Suparman
31. Rasamala Aritonang
32. Andi Abdul Rachman Rachim
33. Nanang Priyono
34. Qurotul Aini
35. Hasan
36. Rizki Bayhaqi
37. Rizka Anungnata
38. Candra Septina
39. Waldy Gagantika
40. Abdan Syakuro
41. Ronald Paul
42. Panji Prianggoro
43. Damas Widyatmoko
44. Rahmat Reza Masri
45. Benydictus Siumlala Martin Sumarno
46. Adi Prasetyo
47. Ita Khoiriyah
48. Tri Artining Putri
49. Christie Afriani
50. Rieswin Rachwell
51. Samuel Fajar Hotmangara Tua Siahaan
52. Wisnu Raditya Ferdian
53. Teuku Rully
54. JN
55. EO
56. YA
57. DT
58. FP
59. NL
60. SD
61. GS
62. UK
63. IA
64. TT
65. HN
66. RN
67. SA
68. AR
69. KN
70. DW
71. NM
72. AM
73. IN
74. TP
75. RD

Sejumlah nama tak ditampilkan redaksi demi alasan keamanan.

Baca juga: Pegawai KPK yang Dinonaktifkan Buka-bukaan Sebut Harun Masiku di Indonesia, Refly Harun: Buat Syok

Pilih Dipecat Dibanding Dibina

Sebelumnya diberitakan, pada saat hadir di acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021), sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) telah menyatakan akan kompak memilih dipecat dibanding dibina.

Tes TWK tersebut pada dasarnya ditujukan sebagai syarat peralihan status para pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) namun menuai kontroversi karena pertanyaannya yang dinilai tidak relevan dengan pemberantasan korupsi.

Sampai saat ini diketahui ada 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK, 24 di antaranya dinyatakan dapat dibina kembali dan 51 dinyatakan telah mustahil dibina sehingga harus dipecat.

Kasatgas Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Al Rasyid alias Raja OTT dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021). Harun adalah satu dari total 75 pegawai KPK yang gagal lulus TWK.
Kasatgas Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Al Rasyid alias Raja OTT dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021). Harun adalah satu dari total 75 pegawai KPK yang gagal lulus TWK. (YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: Saat TWK Penyidik KPK Rizka Anung Ditanya Beranikah Belokkan Kasus: Sampai Akhirnya Saya Berdebat

Belum diketahui siapa saja pegawai yang masuk dalam daftar 24 nama tersebut dan siapa yang masuk dalam daftar 51 yang diberhentikan.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Supradiono adalah satu dari 75 pegawai yang tak lulus TWK.

Ia menyatakan lebih baik dipecat dibanding dibina.

"Ini pelecehan dan penghinaan bagi kita, lebih baik kita dipecat dari pada harus dibina lagi," ujar Giri.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved