Euro 2020
EURO 2020: Berikut 5 Tendangan Penalti Panenka Terbaik, Ada Sergio Ramos hingga Andrea Pirlo
Piala Eropa atau EURO merupakan Gelaran sepak bola antar negara terakbar di Eropa.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Gelaran Piala Eropa atau EURO 2020 dalam hitungan hari akan digelar, yakni pada 11 Juni hingga 11 Juli 2021.
Sebelum itu, Piala Eropa ini memang merupakan gelaran sepak bola antar negara terakbar di Eropa.
Tidak khayal banyak drama atau momen-momen tak terlupakan sepanjang turnamen yang masih teringat sampai sekarang, satu di antaranya adalah drama yang terjadi dalam tendangan penalti.
Baca juga: Tidak Termasuk Italia, Roberto Mancini Justru Prediksi 4 Negara Ini akan Superior di EURO 2020
Baca juga: Peluang Main Kevin De Bruyne di EURO 2020 setelah Cedera di Final Liga Champions Bersama Man City
Meski menghadapi tensi tinggi, para pemain ternyata masih bisa menunjukkan skill saat adu penalti, salah satunya adalah menendang dengan teknik panenka.
Teknik panenka adalah cara menendang penalti dengan mencungkil atau men-chip bola ke arah tengah gawang.
Teknik itu pertama kali dipopulerkan oleh legenda sepak bola Cekoslowakia (saat ini Republik Ceko), Antonin Panenka.
Hebatnya, Antonin Panenka mempopulerkan teknik itu pada laga sebesar final Euro 1976.
Berikut adalah lima penalti panenka terbaik dalam sejarah Euro:
1. Sergio Ramos, Semifinal Euro 2012
Pemenang duel Portugal vs Spanyol pada semifinal Euro 2012 harus ditenukan lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol sampai babak perpanjangan waktu.
Sergio Ramos kala itu ditunjuk menjadi algojo keempat timnas Spanyol.
Adapun kondisi skor adu penalti saat itu adalah imbang 2-2.
Sergio Ramos kala itu mengambil ancang-ancang sekitar dua meter dari bola.
Dari tayangan ulang, Sergio Ramos terlihat hendak menendang bola dengan keras karena dirinya berlari menuju bola.
Namun, Sergio Ramos ternyata menendang dengan teknik panenka ke arah tengah.
Teknik itu mengecoh kiper Portugal, Rui Patricio, yang bergerak ke kiri.
Entah kebetulan atau tidak, Bruno Alves selaku algojo keempat Portugal atau setelah Sergio Ramos gagal melaksankan tugasnya.
Timnas Spanyol pada akhirnya lolos ke final berkat kemenangan adu penalti 4-2 atas Portugal.
Baca juga: Sama-sama Cedera, Dua Pemain Real Madrid Eden Hazard dan Sergio Ramos Beda Nasib di EURO 2020
Baca juga: Tak Hanya Sergio Ramos dan Virgil van Dijk, Ini Deretan Pemain Top Eropa yang Absen di EURO 2020
2. Andrea Pirlo, Perempat Final Euro 2012
Andrea Pirlo menendang penalti dengan teknik panenka pada perempat final 2012.
Pirlo saat itu ditunjuk menjadi penendang ketiga timnas Italia, berhadapan dengan kiper Inggris, Joe Hart.
Dengan ekspresi tenang yang menjadi ciri khasnya, Pirlo hanya mengambil ancang-ancang beberapa langkah dari bola.
Di sisi lain, Joe Hart mencoba mengganggu Pirlo dengan terus menggerakkan tangannya.
Pirlo pada akhirnya berhasil menaklukkan Joe Hart dengan teknik penalti panenka ke tengah gawang.
Eksekusi Pirlo kala itu begitu mulus dan bisa dikatakan sangat sempurna.
Sebab, bola tendangan panenka Pirlo masuk ke gawang dengan sangat pelan.
Di sisi lain, Joe Hart sudah terkecoh terbang ke sisi kanan.
Baca juga: Bek Juventus yang Tergabung di Timnas Italia Ini Tolak Divaksin Covid-19 Jelang EURO 2020
Baca juga: Sosok Francesco Acerbi, Bek Lazio dan Timnas Italia Sempat Berjuang Lawan Kanker sebelum EURO 2020
3. Helder Postiga, Perempat Final Euro 2004
Helder Postiga menendang penalti ketika ditunjuk menjadi algojo ketujuh timnas Portugal pada laga perempat final Euro 2004 melawan Inggris.
Babak adu penalti Portugal vs Inggris kala itu berjalan sangat dramatis hingga harus ditentukan dengan sudden death.
Meski menghadapi tekanan tinggi, Helder Postiga berhasil mengecoh kiper Inggris, David James, dengan teknik panenka.
Tendangan Helder Postiga itu tampaknya memengaruhi mental penendang ketujuh Inggris, Darius Vassel, yang gagal menyelesaikan tugasnya.
Portugal pada akhirnya berhak atas tiket semifinal Euro 2004 setelah menumbangkan Inggris lewat drama adu penalti dengan skor 8-7.
4. Francesco Totti, Semifinal Euro 2000
Francesco Totti menendang penalti dengan teknik panenka pada semifinal Euro 2020.
Totti saat itu ditunjuk menjadi penendang ketiga timnas Italia.
Situasi adu penalti saat itu sangat menguntungkan Italia karena dua penendang pertama timnas Belanda, yakni Frank De Boer dan Japp Stam gagal melaksanakan tugasnya.
Di sisi lain, Luigi Di Biagio dan Gianluca Pessotto selaku dua algojo pertama Italia sukses menaklukkan kiper Belanda, Edwin van der Sar.
Totti yang kala itu masih berusia 24 tahun sukses mengecoh Van der Sar dengan penalti panenka ke arah tengah gawang.
Baca juga: Tak Hanya Ronaldo, Timnas Portugal di EURO 2020 Punya 3 Striker Tajam, Milik Liverpool dan Sporting
5. Antonin Panenka, Final Euro 1976
Saat itu, Antonin Panenka didapuk menjadi eksekutor kelima atau terakhir dalam kedudukan 4-3 untuk keunggulan Cekoslowakia.
Setelah meletakkan bola di titik 12 pas, Antonin Panenka mundur beberapa langkah dan berlari kecil ketika akan menendang.
Alih-alih melepaskan tendangan keras, Antonin Panenka memilih men-chip bola ke arah tengah.
Kiper Jerman Barat saat itu, Sepp Meier, terbang ke kiri.
Meier tertipu dan hanya bisa melihat bola masuk ke gawang sekaligus para pemain Cekoslowakia yang merayakan gelar juara.
Momen itu membuat tekhnik penalti chip dikenal dengan sebutan Panenka hingga saat ini.
Berikut adalah video lima penalti panenka terbaik dalam sejarah Euro:
(Kompas.com)
Berita terkait Euro 2020
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul VIDEO - 5 Penalti Panenka Terbaik dalam Sejarah Euro
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/andrea-pirlo-saat-memperkuat-timnas-italia.jpg)