Breaking News:

Terkini Daerah

Bukan Bunuh Diri, Keluarga Bongkar Dugaan Penyebab Calon Pengantin Tewas Lompat dari Lantai 7 Hotel

Kematian GS sesaat sebelum pernikahannya, Jumat (28/5/2021), masih menyisakan duka bagi keluarga.

TribunManado.com/Arthur Rompis
Suasana rumah duka GS, calon pengantin yang tewas terjatuh dari lantai tujuh hotel berbintang di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (28/5/2021). Keluarga menduga GS bukan bunuh diri, melainkan terjatuh. 

"Sesampai di sana Gerald mengaku lupa menyuruh mereka memakai jas putih," sambungnya.

Sambil menangis tersedu-sedu, Rangga menyebut GS sebagai kakak yag sangat baik.

"Dirinya selalu memberi uang kepada kami, saya tak akan melupakannya."

Tewas Dua Jam Sebelum Pernikahan

Dikutip TribunWow.com dari TribunManado.co.id, rencananya sakramen pernikahan akan dilakukan sekira pukul 14.00 Wita.

Korban diketahui lompat pada pukul 12.00 Wita.

GS ditemukan dalam kondisi bersimbah darah seusai jatuh dan menghantam area di samping kolam hotel.

Kondisi korban saat itu diketahui sudah mengenakan jas pengantin.

Saat itu GS segera dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tetap tidak tertolong.

Baca juga: Ashanty Tatap Sinis Aurel yang Minta Tanah, Atta Halilintar Pasang Badan: Namanya Pengantin Baru

Pada saat kejadian, seorang rekan korban tengah melakukan live streaming, dan nampak korban tiba-tiba langsung lompat keluar dari jendela.

Kapolsek Wenang AKP Emilda Sonu belum bisa memastikan apa penyebab korban melakukan aksi nekat tersebut.

"Penyebabnya belum diketahui. Masih dalam penyelidikan," katanya, Jumat (28/5/2021).

AKP Emilda juga menyatakan belum bisa memberikan informasi lebih detail karena kasus ini masih dalam pemeriksaan.

Diketahui resepsi korban dan sang calon istri juga telah diatur pada Sabtu (29/5/2021).

Berdasarkan amatan TribunManado, lokasi hotel tepatnya di lantai satu sudah didekorasi sedemikian rupa untuk acara resepsi korban.

Bagian depan ruangan terdapat hiasan bunga berwarna merah, putih dan biru, kain hiasan berwarna putih dan biru muda.

Pada foto yang diperoleh oleh TribunManado, nampak ceceran darah di tempat kejadian perkara (TKP).

Kondisi saat itu sudah sepi ketika pihak kepolisian datang ke TKP.

Kesehariannya, korban diketahui bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta.

Pihak keluarga menyatakan menolak jasad korban diautopsi.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved