Terkini Daerah
Ditemukan Tewas di Bengawan Solo, Komposer Musik Gereja Menghilang saat Dini Hari dari Penginapan
Saat menghilang dari penginapan, kondisi laptop korban masih menyala dan WhatsApp aktif hingga pukul 02.00 dini hari.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Korban saat itu mengenakan celana pendek plus kaus berwarna hitam.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jasad korban utuh namun memiliki bekas luka di wajah.
"Kondisinya masih utuh, ada luka bekas pukulan di wajahnya, yang lainnya masih utuh" ungkap Joko Senin (24/5/2021).
Baca juga: Fakta Viral Video Pengendara Mobil Kejar Begal Payudara di Kemayoran, Pelaku Sudah 3 Kali Beraksi
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Wanita di Kebun Sawit, Polisi Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Korban
Jasad korban saat itu dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen.
"Iya benar, ada laporan masuk pukul 12.29 WIB," ungkap Kepala BPBD Sragen, Sugeng Priyono kepada TribunSolo.com, Senin (24/5/2021).
Kepastian identitas korban dipastikan merupakan Yulius Ponan Pratomo seusai pihak keluarga datang untuk mengecek langsung jenazah di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Pada saat ditemukan jasad sudah agak sulit dikenali karena mulai membengkak.
"Keluarga baru saja datang, terus dikasih lihat foto dan sidik jari pembanding, sudah yakin, saudara Yulius," ungkap petugas kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Dedi kepada TribunSolo.com, Senin (24/5/2021) malam.
Atas permintaan keluarga korban, jasad korban tidak langsung dibawa ke rumah duka.
Kini jasad Yulius akan diautopsi terlebih dahulu guna mencari tahu penyebab pasti tewasnya korban.
"Ini untuk tindak lanjut dari pihak keluarga, terutama istri ingin lebih meyakinkan, besok pagi dibawa rencana ke Moewardi dilakukan autopsi," pungkasnya.
Dikutip dari TribunJogja.com, rekan korban, Didik Deniarto, mendeskripsikan sosok Yulius sebagai orang yang sederhana dan profesional.
“Mengenang Yus atau Panon, adalah sosok pribadi yang sederhana, entengan dan profesional,” jelas, Didik, Senin (24/5/2021) malam.
Didik bercerita, Yulius adalah orang yang gigih dalam berkarya menciptakan musik gereja.
Karya-karya Yulius dapat didengarkan di kanal YouTube Rumah Musik Nafsigira.