Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Detik-detik Pilot Israel Batalkan Serangan ke Gaza setelah Melihat Ada Anak-anak di Lokasi Target

Dari rekaman yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seorang pilot itu tengah mencari keberadaan milisi Hamas.

Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/Tribunnews.com
Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Jalur Gaza 

TRIBUNWOW.COM - Serangan Israel terhadap Palestina masih terus dilakukan, dan kini bahkan sampai menyasar permukiman.

Meski demikian, ada momen ketika seorang pilot Israel membatalkan serangannya di Gaza, setelah melihat ada anak-anak di lokasi yang mereka targetkan.

Dari rekaman yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seorang pilot itu tengah mencari keberadaan milisi Hamas.

Warga Palestina mengecek rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel, Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza.
Warga Palestina mengecek rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel, Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza. (Said Khatib/AFP)

Baca juga: Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza Dihancurkan Israel, Saksi Mata: Tiba-tiba Rudal F16 Menghantam

"Periksa jika ada anak-anak di sana. Saya seperti melihat mereka," ujar pusat komando seperti diberitakan The Sun Senin (17/5/2021).

Si pilot menjawab, pergerakan mereka terlalu cepat sehngga tidak bisa disimpulkan jika mereka anak-anak.

Operator dari pusat komando mengatakan, mereka harus membatalkan serangan udara jika terdapat anak kecil.

Pilot kemudian menerangkan setelah melakukan pengamatan ulang, dia mengonfirmasi keberadaan anak-anak.

"Kami menduga ada anak-anak. Kami tidak bisa melanjutkannya jika mereka masih berada di sana," jelas operator.

Saat video itu dirilis, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 197 orang tewas dalam konflik, 58 di antaranya adalah anak.

IDF mengeklaim, sebanyak 2.800 roket sudah ditembakkan faksi Palestina tersebut ke wilayah Israel.

Roket itu jatuh di Beersheba dan Ashelon, dengan jet tempur membalas dan menghancurkan "target teroris".

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan, mereka akan meneruskan operasi "dengan kekuatan penuh".

"Kami akan bertindak, selama yang dibutuhkan, untuk memulihkan ketenangan dan ketertiban. Ini butuh waktu," kata dia.

IDF menerangkan, mereka hanya menargetkan terowongan yang dipakai milisi dan tak berniat menyasar warga sipil.

Sementara Hamas menuding yang dilakukan IDF merupakan "pembunuhan berencana".

Baca juga: Buntut Serangan Israel, Pembangunan Masjid Rancangan Ridwan Kamil di Jalur Gaza Terpaksa Dihentikan

Israel Hantam Permukiman dan Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza

Setelah membombardir dua gedung Kementerian Palestina, Minggu (16/5/2021), Israel kini melanjutkan serangannya dengan menargetkan permukiman warga.

Dalam aksi serangan brutalnya pada Senin (17/5/2021), pengebomam oleh jet Israel itu  menyebabkan kerusakan pada puluhan gedung di sekitar permukiman, termasuk satu-satunya laboratorium Covid-19 di Gaza.

Dikutip dari Middle East Eye, tak hanya lab utama itu, panti asuhan, sekolah khusus perempuan, dan kantor Kementerian Kesehatan Palestina juga mengalami kerusakan. 

Saksi mata mengungkapkan, Gedung Ghazi al-Shwwa yang memiliki enam lantai itu dihujani tiga rudal hingga lantai atas hancur.

"Jika Kementerian Kesehatan tidak aman, maka tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza."

"Ini adalah kejahatan perang dan dunia tidak bisa tinggal diam," kata Abu Hamed Abufoul, seorang saksi mata.

"Saya datang dengan anak saya untuk menarik sejumlah uang tunai dari ATM, tetapi tidak berfungsi karena (serangan), jadi kami berhenti sejenak untuk memikirkan ATM mana yang harus kami tuju, dan tiba-tiba sebuah rudal F16 menghantam tempat itu," lanjutnya.

Abu Hamed berlari menuju gedung Kemenkes, namun kondisinya mengenaskan dan ada dua staf di kantor itu yang terluka.

Baca juga: Serangan Udara Israel di Jalur Gaza Tewaskan Komandan Militan Palestina Hussam Abu Harbeed

Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021.
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP)

Wakil Menteri Kesehatan di Gaza, Dr. Yousef Abu al-Rish mengatakan layanan telemedicine yang disediakan kemenkes selama pandemi Covid-19 dihentikan setelah sejumlah dokter terluka.

"Menargetkan gedung Kementerian Kesehatan, Klinik al-Remal, dan staf medis adalah kejahatan keji yang bertujuan mencegah Kementerian melanjutkan pekerjaan kemanusiaannya dalam menyelamatkan nyawa yang terluka dan memberikan perawatan kesehatan kepada warga," katanya.

"Komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban pendudukan atas kejahatan keji dan berkelanjutan terhadap personel medis dan institusi kesehatan," lanjut Abu al-Rish.

Akibat serangan ini, Klinik al Rimal, satu-satunya laboratorium Covid-19 di Gaza berhenti beroperasi, lapor Yusuf Abu Rish dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin malam.

Baca juga: Serangan Udara Israel di Jalur Gaza Tewaskan Komandan Militan Palestina Hussam Abu Harbeed

Mengutip The Straits Times, kantor Bulan Sabit Merah Qatar di wilayah tersebut juga rusak akibat serangan. 

Petugas medis di kementerian kesehatan terluka dan beberapa diantaranya kritis.

Juru bicara kementerian, Ashraf Qidra mengatakan serangan Israel "mengancam upaya kementerian kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19."

Sebelum terjadi eskalasi konflik antara Israel dan Hamas, Gaza melakukan tes Covid-19 rata-rata 1.600 orang setiap hari.

Tingkat tes positif termasuk yang tertinggi di dunia, mencapai 28 persen dan rumah sakit dipenuhi oleh pasien.

WHO mengatakan 103.000 orang telah dites positif Covid-19 di Gaza, lebih dari 930 di antaranya meninggal.

Serangan Israel di Gaza sejak 10 Mei lalu, menyebabkan dua dokter ahli di Palestina meninggal dunia.

Keduanya yakni Ayman Abu Al-Ouf, kepala penyakit dalam di Rumah Sakit al-Shifa dan Moeen al-Aloul, seorang ahli saraf. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Tribunnews.com/Ika Nur Cahyani)

Berita terkait Israel Serang Jalur Gaza

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza karena Melihat Anak-anak", dan di Tribunnews.com dengan judul Israel Hancurkan Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza, Saksi Mata: Tak Ada Tempat Aman di Sini

Sumber: Kompas.com
Tags:
Konflik Palestina Vs IsraelPalestinaIsraelGazaJalur Gaza
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved