Liga 1
Perbedaan Strategi Luis Milla, Go Oiwa, dan Gama, Kandidat Pelatih Persija, The Jak Pilih Siapa?
Luis Milla nama pelatih yang santer akan menangani Persija Jakarta memiliki filosofi formasi yang berbeda dengan dua kandidat calon pelatih lainnya.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Rekarinta Vintoko
Formasi 4-3-3 dan 4-2-3-1 sangat sesuai dengan pola permainan Persija Jakarta saat ini ketika berhasil menjuarai Piala Menpora 2021.

Namun, formasi Luis Milla sangat berbeda dengan formasi yang biasa diterapkan oleh dua kandidat pelatih Persija Jakarta lainnya, Go Oiwa dan Alexandre Gama.
Dikutip dari Transfermarkt, pelatih asal Jepang yang saat ini berstatus tanpa klub, Go Oiwa sangat menyukai formasi 4-4-2 dengan menggunakan dua striker sejajar di lini depan.
Formasi tersebut pernah ia pakai ketika menghantarkan Kashima Antlers menjuarai AFC Champions League pada musim 2017-2018.
Di laga final AFC Champions League 2018, Kashima Antlers berhasil mengandaskan perlawanan Persepolis dengan agregat 2-0.
Formasi 4-4-2 menitikberatkan pada keseimbangan lini tengah untuk melakukan back up ke lini belakang ketika sedang diserang.
Selain itu, dari segi penyerangan, formasi tersebut dapat dengan cepat melakukan counter attack mengingat dua winger dipasang untuk memberikan umpan-umpan ke kotak penalti.
Jika formasi tersebut digunakan Go Oiwa di Persija Jakarta, maka akan ada perubahan posisi di lini depan Macan Kemayoran.
Mengingat Persija Jakarta kerap menggunakan satu striker tunggal di lini depan yaitu Marko Simic.
Sedangkan di kedalaman skuat Persija Jakarta, hanya ada dua nama lain yang bertipikal goal getter sepeninggal Sutan Zico, Tufik Hidayat dan Fajar Firdaus.
Namun, apabila Go Oiwa tidak mengharuskan memasang dua pemain bertipikal goal getter di lini depan, maka ia dapat mendorong salah satu dari Osvaldo Haay atau Braif Fatari menjadi striker bersama Marko Simic.
Mengingat peran tersebut sering ia lakukan ketika memperkuat Timnas Indonesia.

Formasi Go Oiwa sangat berbeda dengan formasi calon pelatih Persija Jakarta lainnya, Alexandre Gama.
Dikutip dari Transfermarkt, Alexandre Gama menyukai formasi dengan memasang 3 bek dan 2 striker sejajar di depan.
Formasi yang digemari Gama adalah 3-4-1-2.
Dengan formasi tersebut, tim yang akan dilatih Gama akan memainkan formasi yang menitikberatkan pada keseimbangan lini tengah.