Breaking News:

Pemerintah Larang Mudik

Buat Surat Pernyataan seusai Viral Ngamuk di Pos Penyekatan, Kasus Wanita Ini Tak akan Dilanjutkan

Mengedepankan restorative justice, kasus wanita yang viral ngamuk-ngamuk di pos penyekatan telah berakhir tanpa masuk ke ranah pengadilan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMPAS.COM/RASYID RIDHO
Gustuti Rohmawati, wanita yang memaki petugas di pos penyekatan simpang JLS, Cilegon saat menyampaikan permohonan maaf di Mapolres Cilegon. 

TRIBUNWOW.COM - Sosok wanita bernama Gustuti Rohmawati sempat viral di media sosial karena aksinya mengamuk di Pos Penyekatan simpang Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Minggu (16/5/2021).

Pada saat itu, Gustuti atau akrab disapa Uty mengamuk memaki-maki petugas, mengangkat kaki ke dashboard hingga membanting handphone-nya saat diminta untuk putar balik.

Namun kini kasusnya telah berakhir seusai yang bersangkutan membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Wanita memarahi petugas di pos penyekatan simpang JLS, Ciwandan, Kota Cilegon. Wanita itu kesal karena kendaraannya diputarbalik dan tak terima ditegur tidak mengenakan masker.
Wanita memarahi petugas di pos penyekatan simpang JLS, Ciwandan, Kota Cilegon. Wanita itu kesal karena kendaraannya diputarbalik dan tak terima ditegur tidak mengenakan masker. (YouTube Kompastv)

Baca juga: Viral Wanita Ngamuk saat Diminta Putar Balik, Ngaku Mau Layat ke Anyer tapi Tak Bisa Kasih Bukti

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, hal itu disampaikan oleh Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono.

AKBP Sigit menegaskan, pihak kepolisian di bawah perintah Kapolri akan terus mengedepankan restorative justice.

Maka dari itu, kasus viral ini tidak akan dilanjutkan ke ranah pengadilan karena Uty telah meminta maaf, menyesal, dan membuat surat pernyataan.

"Sudah membuat pernyataan tidak melakukan perbuatanya sudah meminta maaf kepada petugas yang sedang bertugas," ujar AKPB Sigit kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Senin (17/5/2021).

Dengan ini, kasus Uty telah selesai tanpa perlu yang bersangkutan diadili di pengadilan.

AKBP Sigit berpesan, kasus yang menjerat Uty dapat dijadikan pelajaran oleh publik.

"Tahapan-tahapan sudah kita lakukan, termasuk penyelidikan. Artinya dari tindakan mereka berdua faktanya ujungnya tercapai mereka balik. Dari TKP keduanya diamankan tidak di tempat wisata, diamankan di rumah sepupunya," papar dia.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved