Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Media Asing soal Israel Terus Bombardir Palestina: Gaza Jadi Saksi Idul Fitri Berdarah

Serangan Israel terhadap warga Palestina yang ada di Jalur Gaza terus berlangsung.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AFP/Mohammed Abed
Roket mewarnai langit malam setelah diluncurkan pihak Israel dari Beit Lahia di sebelah utara Jalur Gaza, Jumat (14/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Serangan Israel terhadap warga Palestina yang ada di Jalur Gaza terus berlangsung.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diketahui dari laporan Al Jazeera, Kamis (13/5/2021).

Laporan berjudul Gaza Jadi Saksi Idul Fitri Berdarah itu menyebutkan warga Palestina terbangun pada Kamis lalu untuk merayakan Idul Fitri di tengah bombardir yang tak kunjung usai dari Israel.

Seorang pria Israel memeriksa kondisi bangunan rumahnya setelah serangan roket dari Hamas di Jalur Gaza, di tengah Kota Petah Tikva, Israel, Kamis (13/5/2021).
Seorang pria Israel memeriksa kondisi bangunan rumahnya setelah serangan roket dari Hamas di Jalur Gaza, di tengah Kota Petah Tikva, Israel, Kamis (13/5/2021). (AFP/Gil Cohen-Magen)

Baca juga: Kumpulan Video Bukti Kekerasan Israel pada Palestina, Belasan Anak-anak Jadi Korban Kekejaman

Pengeboman terus dilakukan terhadap Jalur Gaza hingga Kamis pagi sementara Israel meluncurkan serangan udara di sejumlah tempat.

"Sebagian besar Gaza terus waspada," kata warga setempat.

"Dari waktu ke waktu kami terus mendengar ledakan dan bangunan bergetar."

Perdana Menteri Israel Benjamen Netanyahu menanggapi pertikaian itu dengan berbeda.

Dikutip dari The New York Times, ketike Netanyahu mengunjungi Kota Lod, ia menyebutkan kekerasan di sana muncul akibat para perusuh, sehingga Pasukan Pertahanan Israel harus mengambil tindakan.

Diketahui warga di kota Lod adalah campuran antara Arab dengan Yahudi.

Baca juga: Turki Tegaskan pada Rusia bahwa Israel Harus Diberi Pelajaran, Ini Pesan Erdogan pada Vladimir Putin

Perusuh yang dimaksud Netanyahu adalah para pendemo yang berunjuk rasa di Masjid Al-Aqsa karena kediaman mereka akan digusur.

Sejak saat itu, Pasukan Pertahanan Israel terus ditambah hingga 7.000 orang.

"Tidak ada ancaman lebih besar dibandingkan pada perusuh ini, dan sangat penting untuk kembali menegakkan hukum di sini," tegas Netanyahu.

Netanyahu juga mengizinkan penggunaan meriam air dan penangkapan administratif untuk mengontrol para pendemo.

Aparat keamanan lalu mengetatkan sejumlah aturan, termasuk menerapkan jam malam mulai dari pukul 17.00 waktu setempat.

Bentrok terjadi di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Israel pada Jumat (7/5/2021) malam waktu setempat.

Halaman 1/3
Tags:
Konflik Palestina Vs IsraelPalestinaIsraelJalur GazaGaza
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved