Breaking News:

Kasus Korupsi

Bupati Nganjuk Pasang Tarif Jual-Beli Jabatan dari Level Desa hingga Kecamatan, Termurah Rp 2 Juta

Bupati Ngajuk, Jawa Timur, Novi Rahmad Hidayat diketahui terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/5/2021)

https://www.nganjukkab.go.id/
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat. 

TRIBUNWOW.COM - Bupati Ngajuk, Jawa Timur, Novi Rahmad Hidayat diketahui terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/5/2021) lalu.

Dilansir TribunWow.com, Novi ditangkap atas kasus jual beli jabatan.

Dalam menjalankan praktik jual beli jabatan, Novi mematok harga dari Rp 2 juta hingga Rp 50 juta.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. (Humas Pemkab Nganjuk)

Baca juga: Medsos Istri Bupati Nganjuk Diserbu Warganet Pasca-Suami Kena OTT KPK, Orang Terdekat Ikut Terkejut

Baca juga: Fakta Bupati Nganjuk yang Terjaring OTT KPK, Punya Uang Tunai Rp26 Miliar dan Utang Rp2,4 Miliar

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Pol Argo Yuwono menyebut harga yang dipatok Novi tergantung dari level jabatan yang dipilih.

Jabatan yang dijual Novi mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

"Setorannya bervariasi ya. Karena juga ada dari desa yang dia kumpulkan, dari kepala desa. Ada yang Rp 2 juta," ucap Argo, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (12/5/2021).

"Juga ada nanti dikumpulkan naik ke atas, desa ke kecamatan, ada juga yang Rp 15 juta juga ada. Rp 50 juta juga ada. Jadi bervariasi antara Rp 2 juta sampai Rp 50 juta,."

Di sisi lain, polisi kini tengah meyelidiki dugaan adanya aliran dana kasus jual beli jabatan dari Movi ke partai politik (parpol).

Baca juga: Ini Dinas Terakhir Bupati Nganjuk sebelum Terjaring OTT KPK, Bawahan Ngaku Kaget: Tahu dari Berita

Baca juga: Fakta Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Minggu Pagi Masih Kerja hingga Harta Kekayaan Rp 116 Miliar

Argo menjelaskan, hingga kini pihaknya belum bisa banyak berkomentar terkait hal itu.

"Sampai sekarang kita belum mendapatkan ya (aliran dana ke parpol)," kata Argo.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved