Terkini Nasional
Klarifikasi Pidato Jokowi soal Bipang Ambawang, Ali Ngabalin: Yang Mudik Bukan Hanya Orang Islam
Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara kementerian perdagangan Rabu (8/5/2021) menuai berbagai tanggapan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Mohamad Yoenus
"Mungkin orang lupa kalau tanggal 13 nanti itu sama dengan kenaikan Isa Almasih."
Ali Ngabalin kembali melanjutkan bahwa kesempatan libur tersebut juga digunakan oleh pemeluk agama lain untuk mudik.
Sehingga, konotasi Bipang Ambawang sebagai oleh-oleh saat mudik Lebaran yang disebut Jokowi bisa saja diartikan tepat jika konteksnya bagi masyarakat yang bisa mengonsumsi kuliner tersebut.
"Kalau dilihat dari mulanya orang mulai berlibur, menggunakan masa-masa pandemi selama ini, kan tidak hanya orang Islam yang menggunakan waktu-waktu libur itu," tutur Ali Ngabalin.
"Kan awalnya semua orang bisa menggunakan waktunya ini, baik orang Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha."
"Awal dari langkah itulah maka yang mudik ini bukan hanya orang Islam."
"Saya kasih contoh asisten rumah tangga saya yang orang nasrani itu, ada di antara mereka ini banyak."
"Karena mungkin pada waktu natal nanti mereka tidak punya kesempatan balik," tandasnya.
Baca juga: Momen Ali Ngabalin Naik Pitam saat Pidato Kontroversial Jokowi Disinggung: Jangan Kita Bahas
Baca juga: Pidato Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Tuai Kontroversi, Ali Ngabalin: Apa yang Salah?
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 07.06:
Pidato Jokowi dan Tanggapan Jubir Istana
Makanan khas Pontianak, Kalimantan Barat, Bipang Ambawang, menuai sorotan bahkan menjadi trending topic di Twitter, Sabtu (8/5/2021).
Dilansir TribunWow.com, viralnya Bipang Ambawang ini disebabkan oleh pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (5/5/2021) lalu.
Saat itu, Jokowi meresmikan hari bangga buatan Indonesia.
Namun, presiden asal Solo itu juga menyinggung perihal mudik dan lebaran.
"Nah, untuk bapak ibu dan saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya membawa oleh-oleh tidak perlu ragu untuk membelinya secara online," ucap Jokowi.