Breaking News:

Bobby Wali Kota Medan

Saling Sindir dengan Menantu Jokowi, Edy Rahmayadi sempat Komentari Aksi Bobby Tegur Anggota DPR

Terakhir, Gubernur Edy sempat meminta Bobby agar bertanya kepada Tuhan saat Bobby meminta kejelasan terkait penangan Covid-19.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyoroti kerumunan di pusat jajanan kuliner Kota Medan, Kesawan City Walk atau The Kitchen of The Asia. Terbaru, Edy mengomentari soal Wali Kota Medan Bobby Nasution yang pernah menegur Anggota Komisi III DPR RI Romo Muhammad Syafii. 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari belakangan ini, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terlibat aksi saling sindir dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Terakhir, Bobby telah menanggapi sindiran dari Edy yang menyuruhnya untuk bertanya kepada Tuhan ketika ia mengungkit soal teknis penanganan Covid-19.

Ternyata sebelumnya, Edy sempat mengomentari Bobby yang pernah menegur Anggota Komisi III DPR RI Romo Muhammad Syafii.

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dan Anggota DPR RI Romo Syafii yang saling sindir di media sosial Instagram, Senin (26/4/2021).
Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dan Anggota DPR RI Romo Syafii yang saling sindir di media sosial Instagram, Senin (26/4/2021). (Capture Instagram Romo Syafii via Tribun-Medan.com)

Baca juga: Kronologi Bobby Nasution Saling Sindir dengan Edy Rahmayadi, Diawali dari Teguran sang Gubernur

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, peristiwa itu diketahui saa Romo menuliskan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dituding sudah ketularan kebiasaan bohong di awal jabatannya terkait pencopotan Kadis Kesehatan Kota Medan.

"Katanya telah mengingatkan berkali - kali kadis soal Covid-19, padahal itu tidak dilakukannya padahal dia baru saja menjabat sebagai wali kota Medan," sebutnya dalam akun media sosial miliknya @romo.syafii, Senin (26/4/2021).

Romo juga mengungkit bagaimana sebelum Bobby jadi wali kota, Medan tengah menuju zona hijau namun gagal membaik karena ulah Bobby akibat kerumunan masa kampanye.

Tak lama setelah unggahan itu muncul, Bobby langsung membalas memberikan teguran.

"Saya tau pak KADIS KESEHATAN yg saya BERHENTIKAN merupakan BESAN dari bapak ROMO, tapi ini sudah ada dasarnya dari INSPEKTORAT KOTA MEDAN. dan ini merupakan upaya saya untuk menekan penyebaran covid-19 dikota Medan melalui prangkat saya yang mau dan bisa bekerja sama. Terima kasih bapak Romo yang terhormat," balas Bobby yang berkomentar di unggahan @romo.syafii.

Diketahui, Bobby mencopot Kadis Edwin Effendi karena menilai Edwin tidak bisa maksimal menangani Covid-19.

"Saya sudah ingatkan berkali-kali soal Covid-19 ini dan telah jadi program utama kita untuk segera diselesaikan. Sejak awal-awal saya dilantik masalah kesehatan juga sudah jadi persoalan yang menumpuk," ujar Bobby saat melakukan sidak ke Kantor Lurah Sidorame Timur, Jumat (23/4/2021).

Bobby kala itu menegaskan pencopotan Kadis Kesehatan Kota Medan ditujukan untuk mempercepat penangan Covid-19 di Kota Medan.

"Ini sebenarnya untuk percepatan agar masalah Covid-19 bisa segera tertangani. Penanganannya bisa lebih baik lagi," tambahnya.

"Kita sudah instruksikan untuk pendataan dan penanganan yang cepat dan tepat. Tapi hasilnya masih kurang memuaskan," katanya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta agar keduanya tidak ribut-ribut di media sosial.

Edy memberikan pernyataan yang netral terkait konflik antara Bobby dan Romo Syafii.

"Wewenang wali kota lah. Kalau ada masukkan anggota DPR yah boleh di dengar," ujar Edy Rahmayadi dikutip dari Kompas TV.

"Wewenang memilih kepala dinas itu kan gubernur, wali kota atau bupati. Mereka yang memilih usernya. Mereka yang memilih pejabatnya," sambungnya.

Ia juga meminta agar DPR selalu memantau pemerintahan.

"DPR yah memantau. Kalau ada yang tidak beres, bisa memberikan masukkan," ujar Edy.

Baca juga: Didebat Oknum Lurah yang Lakukan Pungli, Bobby Nasution: Bapak Siapa sih yang Ngajarin Kayak Gitu?

Kronologi Bobby Saling Sindir Lawan Edy

Kejadian saling sindiri diketahui terjadi seusai Bobby menerima teguran dari Edy atas kasus wilayah pusat kuliner di Kesawan Medan yang ramai pada akhir April lalu.

Dikutip TribunWow.com dari TribunMedan.com, kala itu Bobby mengakui adanya kerumunan masyarakat di Kesawan City Walk pada Sabtu (17/4/2021) malam.

"Sabtu kemarin Dinas Kebudayaan Pariwisata membuat pagelaran sederhana di sana. Rupanya masyarakat banyak yang hadir. Ini jadi pelajaran untuk tidak buat pagelaran seni lagi di sana," ungkap Bobby, Rabu (21/4/2021).

"Karena pagelaran seni yang berlangsung simpel justru menimbulkan kerumunan. Maka ini akan jadi koreksi dan tidak diadakan lagi. Dan jarak antar satu pelaku UMKM kita perjauh lagi, hampir 10 meter. Di Ahmad Yani yang tidak digunakan, kita gunakan lagi, biar mengurai," sambungnya.

Baca juga: Respons Bobby Nasution soal Pengusiran Wartawan dari Kantor Wali Kota Medan: Saya Sudah Sampaikan

Tak lama setelah itu, Bobby menanyakan kepada Edy soal penggunaan 5 hotel di Medan yang difungsikan sebagai lokasi karantina Covid-19 selama masa mudik lebaran.

Suami dari Kahiyang Ayu ini merasa tidak dilibatkan dalam teknis penanganan Covid-19.

Bobby juga menilai koordinasi Pemprov Sumut tak berjalan secara baik.

“Bukan mau apa-apa, kami mau bantu. Izinkanlah kami terlibat untuk membantu, menjaga prokes dan mendata. Jika tidak susah nanti. Bayangkan andai satu hotel ada 100 WNI, masing-masing ada keluarga datang dua orang, sudah ratusan di situ. Petugas itu tidak tahu. Maka kami ingin kirim personel untuk membantu, itu saja,” kata Bobby.

Bobby kemudian menceritakan bagaimana dirinya tidak mendapat informasi soal lokasi karantina Covid-19 di Kota Medan.

“Kami langsung dengar via telepon dengan Pak Gubernur dan Dinkes katanya per 1 Mei tidak ada lokasi karantina di Medan. Ternyata setelah kami cek ada. Sekali lagi kami sampaikan kami ingin membantu penanganan Covid-19,” ujar Bobby.

Ia lalu menegaskan bahwa dirinya hanya berniat membantu untuk melakukan penanganan Covid-19.

"Itu jadi PR yang harusnya bisa diselesaikan bersama jika ada koordinasi yang baik dengan Pemprov Sumut," tutur Bobby.

Bobby mengaku khawatir akan potensi penyebaran Covid-19 yang mungkin terjadi karena kurangnya informasi.

Seusai ditanyakan hal tersebut Edy justru menyuruh Bobby untuk bertanya kepada Tuhan.

Ia menilai Bobby terlalu mengada-ada.

Padahal selama ini Satgas Covid-19 Sumatera Utara dan Satgas Covid-19 Medan selalu berkoordinasi terkait mencegah penyebaran Virus Corona.

"Tanya sama dia (Bobby) dilibatkan atau tidak? Itu 'kan tim work, satu tim. Salah besar berarti dia," komentar Edy Rahmayadi, Kamis.

Ia menilai penanganan Covid-19 harus dilakukan setiap elemen, bukan kewenangan masing-masing kepala daerah.

"Bukan tidak dilibatkan. Ini 'kan satu tim, kerjaan bukan sendiri-sendiri. Tim," tegasnya.

Jika Bobby bersikeras tidak tahu tentang hal itu, Edy mengatakan sebaiknya ia langsung bertanya kepada Tuhan.

Pernyataan Edy itu juga telah dibalas oleh Bobby.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diketahui dari tayangan di kanal YouTube Tribun Medan, Kamis (6/5/2021).

Menanggapi pernyataan Edy soal bertanya langsung kepada Tuhan, Bobby menjelaskan hal ini merupakan tugasnya sebagai bagian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

"Kami Pemerintah Kota Medan harus menginformasikan kepada seluruh masyarakat Kota Medan bagaimana kondisi perkembangan Covid-19," jelas Bobby Nasution.

Ia menyinggung sempat ada ketidakjelasan informasi tentang tempat karantina untuk warga dari luar yang hendak masuk ke Kota Medan dan sekitarnya.

Bobby menilai tidak baik jika semuanya ditempatkan di Medan, padahal warga tersebut berasal dari tempat lain di sekitarnya.

"Kemarin dikatakan sempat ada potensi penyebaran Covid. Salah satunya yang menjadi potensi itu tempat karantina," singgung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

"Alangkah lebih baiknya tempat karantina yang dilakukan di hotel di Kota Medan, kalau kira-kira masyarakatnya bukan dari Kota Medan, seperti apa?" tanya dia.

"Yang bisa dijangkau, dikembalikan (ke kota asalnya). Misal Deli Serdang, Binjai, seperti itu," kata Bobby memberi saran.

Selain itu, Bobby mengaku belum mendapat teknis karantina yang dimaksud Edy Rahmayadi.

"Kalau tetap di Medan, kita diinformasikan hotel-hotel mana saja. Karena hotel yang dipakai untuk karantina, masyarakat belum tahu. Tiba-tiba ada yang tinggal di situ," katanya.

"Makanya kemarin kami menanyakan bagaimana karantinanya?" tanya Bobby.

Ia menyebut mendapat informasi bahwa sudah tidak ada yang karantina di hotel, tetapi kenyataannya masih ada saa dicek.

Dikhawatirkan, kata Bobby, akan ada pembauran dengan warga sekitar lokasi karantina saat sahur atau buka puasa.

Ia menegaskan tidak ingin menentang kebijakan Edy.

"Kita bukan mau apa-apa. Kalau memang itu masih, izinkan juga personil kami untuk membantu," jelas Bobby.

"Karena apa, ini keluarga WNI yang datang ke hotel, akhirnya dihalangi ketemu keluarganya. 'Kan enggak mungkin, kalau ada 100 WNI semuanya masing-masing keluarganya 2 saja kali 100, sudah 200, ini gimana?" singgung dia.

"Ini tugas kami untuk ikut membantu menjaga prokes, begitu saja," tegasnya. (TribunWow.com/Anung/Brigitta)

Artikel ini diolah dari Tribun-Medan.com dengan judul Disuruh Tanya Tuhan Oleh Gubernur Edy Rahmayadi, Ini Tanggapan Bobby Nasution, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Bobby Nasution dan Romo Syafii Tak Ribut di Media Sosial dan Gubernur Edy Gelar Rapat Evaluasi PPKM Mikro, Bobby Nasution Akui Ada Kerumunan di Kesawan City Walk

Baca berita lainnya terkait Bobby Nasution

Sumber: TribunWow.com
Tags:
MedanBobby NasutionEdy RahmayadiSumatera UtaraCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved