Breaking News:

Terkini Daerah

Kaget Anaknya Jadi Dalang Kasus Sate Beracun di Bantul, Ayah Nina Memelas Minta Ini ke Polisi

Ayah pengirim sate beracun di Bantul, Maman (50), kaget mengetahui kabar anaknya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Mohamad Yoenus
Kolase TribunJogja.com/Kompas.com
Polisi saat ungkap kasus sate maut di Bantul di Mapolres Bantul, Senin (03/05/2021) (kiri), dan tersangka NA (kanan). Tragedi sate maut ini menewaskan seorang anak salah sasaran. 

TRIBUNWOW.COM - Ayah pengirim sate beracun di Bantul, Maman (50), kaget mengetahui kabar anaknya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dilansir TribunWow.com, Nina Apriani alias NA (25) resmi menjadi tersangka atas kasus pembunuhan berencana.

NA terbukti mencampur bumbu sate dan mengakibatkan seorang anak pengemudi ojek online bernama Naba Faiz Prasetyo (10) tewas.

Saat ditemui di rumahnya di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Majalengka, Jawa Barat, Maman mengaku tak menyangka NA bakal berbuat senekat itu.

Suasana Rumah Nani Apriliani Nurjaman, tersangka pengirim sate beracun, di Padukuhan Cepolojajar RT 3, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul Selasa (4/5/2021).
Suasana Rumah Nani Apriliani Nurjaman, tersangka pengirim sate beracun, di Padukuhan Cepolojajar RT 3, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul Selasa (4/5/2021). (KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO)

Baca juga: Tetangga Tahu NA Pengirim Sate Sudah Nikah, Ungkap Tomy Jarang di Rumah: Terakhir 3 Minggu Lalu

Baca juga: Fakta Berbeda soal Status NA Pengirim Sate Beracun Ngaku Sudah Nikah Siri, Ayah Sebut Masih Single

Pasalnya, ia mengenal NA sebagai anak yang baik dan cenderung pendiam.

"Suka pulang ke rumah. Kelakuan di rumah pendiam, jarang cerita apapun, terutama asmara juga tidak," ujar Maman, dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (4/5/2021).

Maman menyebut NA sudah sejak 10 tahun lalu bekerja di Yogyakarta.

Baca juga: Polisi Kesulitan Korek Informasi dari NA Pengirim Sate Beracun karena Ini, Terbongkar Sifat Aslinya

Baca juga: Ada Hal Tak Biasa saat Kirim Sate Sianida, Bandiman Akui Tidak Curigai Pelaku

Menurut sepengetahuannya, NA diajak bekerja sebagai pedagang oleh temannya.

"Kalau tidak salah 2014 ia berangkat kerja ke Bantul. Setelah lulus SMP, pulang setiap Lebaran."

"Tapi sebelum puasa (kemarin) dia sempat pulang juga."

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved