Kapal Selam Nanggala 402
Suasana Tabur Bunga untuk Awak KRI Nanggala 402 Penuh Duka, Ada yang Pingsan hingga Dievakuasi
Suasana upacara tabur bunga di perairan Selat Bali untuk menghormati gugurnya 53 awak KRI Nanggala 402 diliputi duka.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
"Harus kita pahami kondisi seperti ini," tambahnya.
Ia menyebutkan ada bantuan dari kapal Tiongkok yang sedang dalam perjalanan.
Kapal ini memiliki kemampuan mencari hingga kedalaman 1.000 meter.
"Saat ini (kapal penyelamat) yang ada hanya yang bisa mengangkut yang kecil-kecil saja," jelas Yudo.
"Sampai saat ini dari ROV-nya Swift Rescue masih belum menampakkan (jenazah para korban)," ungkapnya.
Robot tersebut juga sempat tertutup lumpur, sehingga perlu dibersihkan sebelum kembali memantau posisi KRI Nanggala 402.
Sementara itu sejumlah kapal masih dalam posisi siaga.
Seperti kapal asal Malaysia Mega Bakti, asal Singapura MV Swift Rescue, dan KRI Rigel.
"Sampai saat ini tidak bergerak, jadi tetap di area situ," papar Yudo.
Yudo berharap seluruh bantuan dapat segera dikerahkan untuk mengevakuasi kapal yang karam tersebut.
"Mudah-mudahan nanti, seperti yang sudah saya sampaikan, kita sudah bekerja sama dengan SKK Migas yang memiliki kapal untuk mengangkat, memiliki kemampuan mengangkat di kedalaman air tersebut," terang Kasal.
"Kapal China sudah melaporkan kepada Panglima TNI menawarkan (bantuan) dan sekarang dalam perjalanan ke sini," jelasnya.
Lihat videonya mulai dari awal:
Jokowi Bangun Rumah untuk Keluarga Korban KRI Nanggala 402