Breaking News:

Munarman Ditangkap

Pakar Hukum Refly Harun Sebut Penangkapan Munarman Janggal, Singgung Faktor Kesengajaan

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku masih ragu mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlibat terorisme.

YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku masih ragu mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlibat terorisme. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku masih ragu mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlibat terorisme.

Diberitakan sebelumnya, Munarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus baiat ISIS.

Terkait hal itu, Refly justru menduga adanya kesengajaan dalam penetapan Munarman sebagai tersangka.

"Seperti pemberitaan sebelumnya, terkesan ini diada-adakan, mohon maaf," ucapnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Kamis (29/4/2021).

Eks Sekretaris Umum FPI Munarman menuding ada pihak yang sengaja menggiring opini menggunakan pengakuan terduga teroris yang mengaku sebagai simpatisan FPI. Ditayangkan dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/4/2021) malam.
Eks Sekretaris Umum FPI Munarman menuding ada pihak yang sengaja menggiring opini menggunakan pengakuan terduga teroris yang mengaku sebagai simpatisan FPI. Ditayangkan dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/4/2021) malam. (YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: Henry Yosodiningrat Sebut Kiblat FPI ke ISIS karena Munarman, Advokat Ulama: Anda Menuduh, Buktikan

Baca juga: Alasan Munarman Ditangkap Paksa, Terungkap Ada Kekhawatiran Tersendiri soal Pengaruhnya di FPI

Selain Munarman, menurut Refly, Rizieq Shihab dan FPI memang sengaja dikaitkan dengan isu terorisme.

Meskipun begitu, Refly meminta semua pihak menghargai upaya aparat penegak hukum dalam memberantas terorisme.

"Terkesan dari awal Habib Rizieq, Munarman serta FPI ditaget pokoknya bagaimana diteroriskan," ucap Refly.

"Dan ini sinyal yang sudah disampaikan berkali-kali walaupun kita harus menghargai upaya penegak hukum dan status Munarman dengan azas praduga tak bersalah."

Lebih lanjut, Refly menyinggung kebebasan berpendapat era saat ini.

Baca juga: Munarman Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup atas Kasus Tindak Pidana Terorisme, Ini Kata Polisi

Baca juga: Novel Bamukmin Menduga Penangkapan Munarman sebagai Langkah Politik Kotor: Terus Diadu Domba

Refly mengatakan, ada konsekuensi yang dikenakan bagi orang-orang yang bicara secara jujur di rezim kini.

"Tapi sekali lagi memang, beratnya di negara hukum kita ini adalah kadang kita tidak bisa bicara apa adanya," ucap Refly.

"Karena ngomong apa adanya bisa-bisa kita disangkutpautkan juga."

"Ini menurut saya gejala yang tidak sehat bagi demokrasi kita."

"Karena yang ada bukan rasa bebas tapi rasa takut untuk mengemukakan sesuatu," tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-5.55:

Halaman 1/4
Tags:
Refly HarunMunarmanFront Pembela Islam (FPI)Densus 88
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved