Munarman Ditangkap
Pakar Hukum Refly Harun Sebut Penangkapan Munarman Janggal, Singgung Faktor Kesengajaan
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku masih ragu mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlibat terorisme.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku masih ragu mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlibat terorisme.
Diberitakan sebelumnya, Munarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus baiat ISIS.
Terkait hal itu, Refly justru menduga adanya kesengajaan dalam penetapan Munarman sebagai tersangka.
"Seperti pemberitaan sebelumnya, terkesan ini diada-adakan, mohon maaf," ucapnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Kamis (29/4/2021).
Baca juga: Henry Yosodiningrat Sebut Kiblat FPI ke ISIS karena Munarman, Advokat Ulama: Anda Menuduh, Buktikan
Baca juga: Alasan Munarman Ditangkap Paksa, Terungkap Ada Kekhawatiran Tersendiri soal Pengaruhnya di FPI
Selain Munarman, menurut Refly, Rizieq Shihab dan FPI memang sengaja dikaitkan dengan isu terorisme.
Meskipun begitu, Refly meminta semua pihak menghargai upaya aparat penegak hukum dalam memberantas terorisme.
"Terkesan dari awal Habib Rizieq, Munarman serta FPI ditaget pokoknya bagaimana diteroriskan," ucap Refly.
"Dan ini sinyal yang sudah disampaikan berkali-kali walaupun kita harus menghargai upaya penegak hukum dan status Munarman dengan azas praduga tak bersalah."
Lebih lanjut, Refly menyinggung kebebasan berpendapat era saat ini.
Baca juga: Munarman Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup atas Kasus Tindak Pidana Terorisme, Ini Kata Polisi
Baca juga: Novel Bamukmin Menduga Penangkapan Munarman sebagai Langkah Politik Kotor: Terus Diadu Domba
Refly mengatakan, ada konsekuensi yang dikenakan bagi orang-orang yang bicara secara jujur di rezim kini.
"Tapi sekali lagi memang, beratnya di negara hukum kita ini adalah kadang kita tidak bisa bicara apa adanya," ucap Refly.
"Karena ngomong apa adanya bisa-bisa kita disangkutpautkan juga."
"Ini menurut saya gejala yang tidak sehat bagi demokrasi kita."
"Karena yang ada bukan rasa bebas tapi rasa takut untuk mengemukakan sesuatu," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-5.55:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pakar-hukum-tata-negara-refly-harun-mengaku-masih-ragu.jpg)