Munarman Ditangkap
Henry Yosodiningrat Sebut Kiblat FPI ke ISIS karena Munarman, Advokat Ulama: Anda Menuduh, Buktikan
Perdebatan terjadi antara advokat senior Henry Yosodiningrat dengan tim advokasi ulama dan aktivis Novel Bamukmin.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan terjadi antara advokat senior Henry Yosodiningrat dengan tim advokasi ulama dan aktivis Novel Bamukmin.
Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam tayangan Kompas TV, Rabu (28/4/2021).
Perdebatan itu muncul terkait penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman akibat dugaan terlibat terorisme.

Baca juga: Alasan Munarman Ditangkap Paksa, Terungkap Ada Kekhawatiran Tersendiri soal Pengaruhnya di FPI
Diketahui sebelumnya Munarman disebut menghadiri baiat kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Makassar, Jakarta, dan Medan.
Novel lalu menyebut alasan penangkapan itu dibuat-buat saja.
Henry lalu menanggapi pembelaan Novel tersebut.
"Ini sudah merupakan kesepakatan internasional bahwa yang namanya tindak pidana terorisme itu adalah the most serious crime," kata Henry Yosodiningrat.
"Penanganannya juga dengan cara yang berbeda," lanjutnya.
Ia menyinggung pernyataan Novel sebelumnya yang menyebut telah terjadi pelanggaran HAM dalam penangkapan Munarman.
"Anda dengan gampangnya menyebut pelanggaran terhadap hak asasi manusia," singgung Henry.
Ia menjelaskan masih ada hak-hak yang boleh dilanggar.
Baca juga: Novel Bamukmin Menduga Penangkapan Munarman sebagai Langkah Politik Kotor: Terus Diadu Domba
Henry meminta Novel jangan memutarbalikkan fakta.
Menurut dia, kehadiran Munarman sendiri sudah menunjukkan dukungannya terhadap organisasi terorisme ISIS.
"Kalau sudah hadir berkali-kali (dalam baiat ISIS) apalagi dalam kapasitasnya sebagai Sekjen FPI pada waktu itu yang sudah kini dinyatakan sebagai organisasi terlarang," kata Henry.
"Yang jelas arah kiblatnya itu adalah berkiblat kepada ISIS. Mau ngomong apa lagi kita?" tambahnya.
Novel yang tak terima FPI disebut berkiblat ke ISIS segera membantah.
"Anda menuduh, loh. Anda tanpa bukti itu. Coba buktikan. Kita terlibat dengan ISIS yang mana?" sanggah Novel Bamukmin.
"Jangan gara-gara satu orang semua dipukul rata," lanjutnya.
Henry menyebut hal itu dapat dibuktikan dengan kehadiran Munarman dalam baiat ISIS.
"Kehadiran (Munarman) di ketiga tempat itu yang jadi permulaan," jelasnya.
"Kehadiran di tiga tempat jangan kita sangkal untuk kepentingan pribadi. Kepentingan petinggi (FPI) dalam pembaiatan berkali-kali," tambah Henry.
Lihat videonya mulai menit 8.00:
Novel Bamukmin: Terus Diadu Domba
Tim Advokasi Ulama dan Aktivis, Novel Bamukmin buka suara soal penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman.
Diberitakan sebelumnya, Munarman kini sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah diyakini terlibat dalam baiat ISIS.
Terkait penangkapan Munarman, Novel Bamukmin justru menduga adanya unsur politis.
Baca juga: Munarman Diseret Paksa hingga Ditutup Mata saat Penangkapan, Aziz Yanuar: Ini Melanggar HAM
Baca juga: Ngaku Tak Yakin Munarman Terlibat Terorisme, Refly Harun Singgung Kemungkinan Lain: Kalau Kritis Iya
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (28/4/2021).
"Karena dengan berbagai macam cara untuk melumpuhkan orang-orang berseberangan dengan rezim saat ini," ucap Novel.

"Berbagai macam untuk melumpuhkan opini lawan politiknya dibungkam dengan mengalalkan segala cara."
Novel menduga, penangkapan ini memang disengaja untuk membungkam pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Karena itu, Novel secara jelas menyebut penangkapan ini sebagai langkah politik kotor.
"Itu cara-cara yang kita lihat cara kotor, yang bukan sebagai negarawan sejati melakukan politik kotor, mengorbankan anak bangsa sendiri," ujarnya.
"Karena ini berbahaya, akan berhadapan terus diadu domba, enggak akan selesai."
Baca juga: Reaksi Rocky Gerung hingga Refly Harun soal Kasus Munarman, Curiga Pengalihan Isu dan Tak percaya
Baca juga: Penjelasan UIN Jakarta soal Kegiatan Baiat ISIS yang Buat Munarman Ditangkap Polisi: Enggak Ada
Lantas, Novel menyebut Munarman sudah tak ada permasalahan politik dengan pemerintah.
Apalagi, kini FPI sudah dibubarkan.
"Padahal kita sudah mengedepankan rekonsiliasi, sudah selesai loh permasalahan ini," ucap Novel.
"Masalah kepentingan politik ini kita sudah rekonsiliasi, kita sudah ajukan akan menata dari nol kembali."
"Tapi terus terjadi kriminalisasi dilakukan dengan berbagai macam cara," sambungnya menyudahi. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)
Baca berita lainnya terkait penangkapan Munarman