Breaking News:

Munarman Ditangkap

Munarman Ditangkap, Refly Harun: Dalam Hati Kecil Saya Tidak Percaya Dia Seorang Teroris

Pakar hukum tata negara Refly Harun angkat bicara tentang penangkapan eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Capture YouTube Refly Harun
Sekretaris FPI Munarman dan Refly Harun, diunggah Rabu (9/12/2020). Terbaru, Refly Harun angkat bicara tentang penangkapan eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman atas dugaan terlibat terorisme. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar hukum tata negara Refly Harun angkat bicara tentang penangkapan eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, Rabu (28/4/2021).

Diketahui, Munarman ditangkap Densus 88 atas dugaan terlibat dalam aksi terorisme.

Juru Bicara FPI Munarman di YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (24/11/2020). Terbaru, Munarman ditangkap Densus 88 atas dugaan  terlibat terorisme.
Juru Bicara FPI Munarman di YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (24/11/2020). Terbaru, Munarman ditangkap Densus 88 atas dugaan terlibat terorisme. (YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Baca juga: Pegang Pengakuan Munarman, Aziz Yanuar Sebut Harusnya Polisi Buktikan Lebih Dulu: Pihak yang Menuduh

Ia ditangkap di kediamannya di Klaster Lembah Pnius, Perumahan Modern Hill, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tuduhan itu dilontarkan terkait kehadiran Munarman dalam baiat Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Makassar, Januari 2015 silam.

Menanggapi kasus tersebut, Refly Harun mengaku tidak percaya jika Munarman adalah teroris.

"Terus terang kalau saya dalam hati kecil tidak percaya juga kalau Munarman adalah seorang teroris," ungkap Refly Harun.

Refly mengingatkan ada definisi yang harus dipenuhi sebelum menuduh seseorang teroris.

"Kalau kita definisikan teroris itu pada definisi yang sesungguhnya; melakukan tindakan teror untuk menakut-nakuti masyarakat, pemerintah, dan lain sebagainya," jelas Refly.

Baca juga: Andaikan Ngabalin Ditawari Gantikan Menteri Reshuffle, Refly Harun: Dia Pasti Mau, Jokowi Tertarik?

Menurut dia, Munarman lebih memenuhi kriteria sebagai orang yang kritis terhadap pemerintahan, bukan sebagai teroris.

Hal itu dibuktikan dari rekam jejaknya selama menjadi aktivis.

"Tetapi kalau kritis terhadap pemerintahan, iya. Karena itulah dia bergabung dengan FPI dan berani berkata keras," papar pengamat politik dan hukum itu.

"Dia punya latar belakang hukum atau pernah menjadi katakanlah YLBHI yang memang kelompok yang kritis terhadap pemerintahan," lanjutnya.

"Jangan sampai negeri ini sudah tidak bisa membedakan orang yang kritis dengan orang yang berbuat tindak pidana," pesan Refly.

Refly mengaku semakin khawatir dengan perkembangan demokrasi di Tanah Air yang tercatat sebagai nomor 64 di antara negara-negara lain.

Menurut Refly, kasus ini harus menjadi pelajaran.

"Kita bukannya percaya tidak percaya dengan polisi, tetapi konstruksi hukumnya, bagaimana seorang Munarman yang berkeliaran di mana-mana dan terlihat secara nyata dan luas tiba-tiba dianggap teroris?" singgung dia.

Baca juga: Pegang Pengakuan Munarman, Aziz Yanuar Sebut Harusnya Polisi Buktikan Lebih Dulu: Pihak yang Menuduh

Lihat videonya mulai menit 5.00:

Detik-detik Munarman saat Diamankan Densus 88

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved