Breaking News:

Cerita Selebriti

Diisyaratkan Tenggelam, Berikut Daftar Lengkap Penumpang KRI Nanggala-402, Ada 49 ABK dan 4 Non ABK

Setelah ditemukan beberapa bukti autentik, isyarat KRI Nanggala-402 meningkat ke fase sub-sunk (tenggelam). Berikut daftar lengkap 53 penumpang kapal.

Kompas.com/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Kapal selam KRI Nanggala-402 saat berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten. Daftar nama penumpang KRI Nanggala-402. 

TRIBUNWOW.COM - Setelah ditemukan beberapa bukti autentik, isyarat KRI Nanggala-402 meningkat ke fase sub-sunk (tenggelam), Sabtu (24/4/2021).

Berkenaan hal tersebut, maka operasi evakuasi medis terhadap penumpang kapal selam KRI Nanggala-402 juga akan disiapkan.

Adapun menurut Surat Perintah Nomor Sprin/150/IV/2021, terdapat 53 penumpang yang terdiri dari 49 anak buah kapal (ABK) dan 4 non ABK.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono membeberkan perkembangan pencarian KRI Nanggala-402, Sabtu (24/4/2021).
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono membeberkan perkembangan pencarian KRI Nanggala-402, Sabtu (24/4/2021). (Capture YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Sebut Ada Keretakan pada Badan KRI Nanggala-402, KSAL Yudo Margono Beberkan Bukti-bukti Autentik

Baca juga: Alat Penyelamatan KRI Nanggala-402 Tak Memadai, Eks KNKT: Malu, Alat Begitu Saja Masih Pinjam

"Dengan adanya bukti autentik yang diyakini adalah milik KRI Nanggala sehingga pada saat ini kita isyaratkan dari sub-miss, kita tingkatkan menuju fase sub-sunk," kata KSAL Yudo Margono dalam konferensi pers yang tayang di kanal YouTube KOMPAS TV, Sabtu (24/4/2021).

"Di mana fase sub-sunk nanti kita siapkan evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan masih selamat."

Adapun bukti yang ditemukan tersebut antara lain adalah kepingan kapal dan barang-barang yang diduga kuat milik ABK.

Seperti alas untuk salat, pelurus tabung toperdo, lempengan pembungkus pipa pendingin, botol berisi pelumas periskop, potongan spons serta minyak solar yang tumpah.

Dari penemuan tersebut, KSAL Yudo Margono menyimpulkan bahwa terdapat kerusakan di badan kapal karena adanya tekanan.

Kerusakan tersebut bisa berupa retakan besar yang memungkinkan barang tersebut terapung ke permukaan.

Oleh sebab itu, pihaknya berusaha seoptimal mungkin untuk segera menemukan kapal selam yang hilang kontak di perairan Bali tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved