Breaking News:

Vaksin Covid

Daftar Jenis Vaksin Covid-19 di Dunia, Mulai dari Teknologi yang Digunakan hingga Cara Kerjanya

Simak jenis-jenis vaksin Covid-19 yang ada di dunia saat ini dikembangkan dengan berbagai metode dan teknologi.

AFP/Nelson Almeid
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Simak jenis-jenis vaksin Covid-19 yang ada di dunia saat ini dikembangkan dengan berbagai metode dan teknologi. 

Berikut jenis-jenis vaksin Covid-19 dan metode pengembangannya.

1. Inactivated vaccine

Jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan metode ini di antaranya seperti vaksin buatan China, Sinopharm dan Sinovac.

Teknologi inactivated vaccine, yakni pengembangan jenis vaksin Covid-19 ini berasal dari virus yang dilemahkan. Kendati bukan metode baru, teknologi pengembangan vaksin ini masih banyak dipergunakan oleh para ahli.

Apa itu inactivated vaccine?

Vaksin Covid-19 ini mengandung seluruh Virus Corona, SARS-CoV-2, dikutip dari Medical News Today, Selasa (2/3/2021).

Meski mengandung seluruh virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19, namun virus itu telah dimodifikasi secara kimiawi untuk dinonaktifkan.

Cara kerja inactivated vaccine

Vaksin Covid-19 berbasis teknologi ini, seperti yang dikembangkan Sinovac dan Sinopharm, menggunakan bahan kimia yang disebut beta-propiolactone untuk menonaktifkan virus SARS-CoV-2 dalam vaksin mereka.

Bahan kimia tersebut kemudian akan mengubah materi genetik dari virus.

Vaksin dari virus yang dinonaktifkan ini tidak dapat menyebabkan Covid-19, karena virus tersebut sudah tidak bisa menggandakan dirinya.

Vaksin Covid-19 berbasis inactivated vaccine ini, memang tidak menghasilkan reaksi kekebalan sekuat vaksin lainnya. Bahkan, kekebalan yang dihasilkan mungkin tidak bertahan lama.

Oleh sebab itu, Sinovac, Sinopharm maupun Bharat Biotech, pengembang vaksin asal India, menggunakan adjuvan dalam vaksin corona yang mereka kembangkan, sehingga dapat menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat.

Namun, perlu diketahui bahwa untuk memberikan kekebalan dalam jangka panjang, mungkin perlu menerima suntikan penguat setelah menerima vaksin Covid-19 yang tidak aktif tersebut.

2. Messenger RNA (mRNA)

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
Vaksin Covid-19Covid-19Virus CoronaVaksinVaksin Nusantara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved