Breaking News:

Virus Corona

Inggris Selidiki Varian Baru Covid-19 yang Berasal dari India dan 77 Varian Baru yang Muncul

Pejabat kesehatan di Inggris sedang menyelidiki varian baru Covid-19 yang diduga berasal dari India.

NICOLAS ASFOURI / AFP
Dalam gambar yang diambil pada 29 April 2020, seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. Pejabat kesehatan di Inggris sedang menyelidiki varian baru Covid-19 yang diduga berasal dari India. 

TRIBUNWOW.COM - Pejabat kesehatan di Inggris sedang menyelidiki varian baru Covid-19 yang diduga berasal dari India.

Namun, hingga kini mereka belum cukup bukti untuk mengklasifikasikan sebagai Virus Corona yang mengkhawatirkan penyebarannya.

Susan Hopkins selaku Public Health England (PHE) mengatakan saat ini Covid-19 dari India sedang diselidiki.

Baca juga: Suntik Vaksin Covid-19 Bisa Pengaruhi Kesehatan Orang yang Sedang Puasa? Ini Penjelasannya

Seorang pasien dialisis ginjal Brian Pinker (82) menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca.
Seorang pasien dialisis ginjal Brian Pinker (82) menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca. (PA Media via BBC Indonesia)

"Kami belum mendapat cukup data tentang varian ini," kata Hopkins, Minggu (18/4/2021).

Untuk meningkatkan kewaspadaan, pejabat kesehatan perlu tahu soal tingkat penularan, keparahan, dan cara menangani dengan vaksin.

"Kami sedang melakukan perkembangan tiap hari," tambah Hopkins.

Saat ini, PHE mengatakan telah mengidentifikasi 77 kasus varian di Inggris.

Baca juga: Ada Penurunan Kasus di Awal Tahun 2021, Kepala WHO: Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Kata Selesai

Sebelumnya, Menteri Lingkungan George Eustice mengatakan perjalanan Perdana Menteri Boris Johnson ke India akhir bulan ini harus dilanjutkan meskipun kasus meningkat di negara itu.

"Penting bahwa bisnis dan politik akan berlanjut," kata Eustice.

Padahal India saat ini menjadi negara kedua terbanyak di dunia dengan kasus Covid-19.

Sejumlah lockdown juga kembali diberlakukan di negara itu. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved