Breaking News:

Terkini Nasional

Istana Bantah Giring Opini Pakai Pengakuan Terduga Teroris Simpatisan FPI: Untungnya Apa

KSP membantah tudingan Munarman soal adanya pihak yang menggiring opini menggunakan pengakuan para terduga teroris simpatisan FPI.

YouTube Najwa Shihab
Eks Sekretaris Umum FPI Munarman menuding ada pihak yang sengaja menggiring opini menggunakan pengakuan terduga teroris yang mengaku sebagai simpatisan FPI. Ditayangkan dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/4/2021) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Publik baru-baru ini digegerkan oleh munculnya video pengakuan empat terduga teroris yang mengaku sebagai simpatisan hingga anggota dari ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI).

Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman menuding ada pihak yang menggiring opini menggunakan video pengakuan terduga teroris tersebut.

Sedangkan pihak Istana membantah adanya upaya penggiringan opini.

Pengakuan terduga teroris Ahmad Junaidi (kiri) dan Wiloso Jati (kanan) bahwa mereka adalah simpatisan FPI, ditayangkan Minggu (4/4/2021).
Pengakuan terduga teroris Ahmad Junaidi (kiri) dan Wiloso Jati (kanan) bahwa mereka adalah simpatisan FPI, ditayangkan Minggu (4/4/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Heboh Bungkusan Mencurigakan Bertuliskan FPI Munarman Diamankan Gegana, Lihat Penampakannya

Bantahan tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/4/2021) malam.

Awalnya Najwa mempertanyakan kepada Rumadi soal tudingan yang dilemparkan oleh Munarman dalam segmen sebelumnya.

Munarman pada segmen sebelumnya menyebut ada pihak yang berupaya menggiring opini menggunakan video pengakuan terduga teroris yang mengaku simpatisan FPI.

Rumadi tegas menyatakan tidak ada upaya dari pemerintah untuk melakukan penggiringan opini terhadap publik.

"Yang dilakukan oleh pemerintah adalah memastikan bahwa jaringan terorisme dari manapun asalnya, apakah dia punya irisan dengan organisasi-organisasi yang sudah almarhum maupun tidak, itu diperlakukan sebagai orang ynag memang harus dipersoalkan dari sisi hukum," tegas Rumadi.

"Tidak ada tendensi-tendensi untuk mengarahkan ke FPI yang sudah almarhum," sambungnya.

Rumadi kemudian menyatakan tidak ada keuntungan yang diperoleh oleh pemerintah dengan melakukan penggiringan opini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved