Terkini Daerah
Gadis 7 Tahun di Pademangan Tewas seusai Alami Infeksi akibat Terus-terusan Dicabuli Kakek Tiri
Bocah berusia 7 tahun sempat mengeluhkan rasa sakit di alat vitalnya sebelum akhirnya meregang nyawa akibat kekerasan seksual sang kakek tiri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Akibat berulang kali dicabuli oleh kakek tirinya TS (54), KO, seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun di Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, akhirnya meregang nyawa, pada Selasa (30/3/2021) kemarin.
Korban mengalami infeksi pada bagian alat vitalnya yang berujung pada luka parah dan berpengaruh ke kesehatannya yang terus menurun.
Sebelum meninggal, KO sempat mengeluhkan rasa sakit di alat vitalnya.
Baca juga: Terbongkar, Kakek Ini Rudapaksa 6 Bocah SD sejak 2017 hingga 2020, Ada yang Dilecehkan Berkali-kali
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, selain mengeluhkan rasa sakit pada alat vital, KO juga merasakan rasa sakit di kemaluannya.
Meski sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, kondisi kesehatan KO tetap tak membaik.
Paman korban, WL (39), menjelaskan, pihak keluarga baru tahu korban mengalami kekerasan seksual setelah pihak RSUP Persahabatan, Jakarta Timur memeriksa jasad korban.
"Setelah itu didalami oleh dokter, ternyata ada kelainan atau kejanggalan di sana, yakni kemaluan korban," kata WL ditemui di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/4/2021).
"Dari hasil visum itu memang kondisi kemaluan korban luka parah," kata WL.
Berjam-jam di Kamar Mandi
Kesehariannya, KO memang dititipkan pada kakek tirinya yakni TS di Pademangan.
WL mengatakan, TS sudah delapan kali melakukan pencabulan terhadap korban.
Diketahui, TS melakukan pencabulan dengan cara mengajak korban ke kamar mandi.
"Kalau di kamar mandi itu suka berjam-jam si pelaku mencabuli korban," ucap WL, Sabtu (3/4/2021).
Baca juga: Sosok Pengemudi Fortuner yang Viral Todongkan Pistol: Bos Startup Restock, Kini Jadi Tersangka
Baca juga: Kakek di Blitar Akui Cabuli 6 Siswi SD: Minta ke Istri Enggak Boleh
WL menyampaikan, nenek korban atau istri pelaku sebenarnya mengetahui aksi cabul pelaku tapi tak berani melapor.
"Neneknya tidak berani ngomong ke masyarakat karena sudah diancam sama si pelaku," kata WL.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/berkali-kali-hingga-korban-meninggal-dunia.jpg)