Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Tuntut Moeldoko Tanggung Jawab Buat Demokrat Sakit Hati, AHY Sebut Upaya Pembusukan: Tolong Dijawab

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (Moeldoko).

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Capture YouTube Kompas TV
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempertanyakan maksud KSP Moeldoko menyebut ada tarikan ideologis, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (Moeldoko).

Setelah Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, ia menyebut ada perpecahan ideologi sehingga membuat dirinya tertarik menerima tawaran sebagai pemimpin tertinggi partai.

Dilansir TribunWow.com, AHY kemudian membantah pernyataan Moeldoko.

Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deliserdang Moeldoko mengungkapkan alasan menerima tawaran menjadi ketua umum, ditayangkan Selasa (30/3/2021).
Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deliserdang Moeldoko mengungkapkan alasan menerima tawaran menjadi ketua umum, ditayangkan Selasa (30/3/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Ngaku Tak Pernah Mengemis Jabatan, Moeldoko: Saya Rela Mempertaruhkan Leher Saya untuk Merah Putih

Ia menyebut perpecahan ideologi Partai Demokrat sebagai fitnah, seperti yang ditayangkan Kompas TV, Selasa (30/3/2021).

"Kami tegaskan bahwa ideologi Partai Demokrat adalah Pancasila. Partai Demokrat juga menjunjung tinggi kebhinekaan atau pluralisme," jelas AHY.

"Ini sudah final, harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," lanjutnya.

Ia meminta Moeldoko menjelaskan pernyataan yang menyebut adanya "tarikan ideologis".

"Jika yang KSP Moeldoko maksudkan adalah masalah radikalisme, justru Partai Demokrat dengan asas nasionalis-religius menolak ideologi radikal tumbuh berkembang di Indonesia," tegasnya.

AHY menyebut Demokrat tidak pernah mendukung adanya politik identitas.

Baca juga: Sebut Tawuran Demokrat Kubu Moeldoko dan AHY Makin Panas, Adi Prayitno: Bobotnya Lebih Serius

Ia memberi contoh Gubernur Aceh dan Gubernur Papua yang merupakan kader Partai Demokrat.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved