Breaking News:

Terkini Daerah

Tetangga Kaget Pria Ini Penggal Kepala Ayah lalu Arak Keliling Kampung, padahal Dikenal Rajin

Para tetangga mengaku kaget saat KPW (24) nekat memenggal kepala ayah kandungnya, Slamet (69).

Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas melakukan olah TKP pembunuhan sadis di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Para tetangga mengaku kaget saat KPW (24) nekat memenggal kepala ayah kandungnya, Slamet (69).

Dilansir TribunWow.com, kejadian mengerikan itu terjadi di Dusun VIII RT XII, Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021).

Seorang warga, Puji, mengaku masih tak menyangka KPW tega memenggal kepala Slamet lalu membawa keliling kampung.

Pria yang penggal kepala ayah kandung, KPW, menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa. Diduga, ia mengalami gangguan kejiwaan hingga nekat tebas leher sang ayah.
Pria yang penggal kepala ayah kandung, KPW, menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa. Diduga, ia mengalami gangguan kejiwaan hingga nekat tebas leher sang ayah. (Istimewa via TribunLampung.com)

Baca juga: Diduga Curiga akan Disantet, Pria Ini Nekat Penggal Kepala Ayah, Kakak: Bohong kalau Gangguan Jiwa

Baca juga: Sosok Anak yang Penggal Kepala Ayah Kandung di Lampung, Paman Sebut Pelaku Sempat Marah Tanpa Sebab

Pasalnya, selama ini KPW dikenal sebagai sosok yang rajin.

Menurut Puji, KPW tinggal bersama Slamet dan sang Ibu, Ningsih (54).

"Mungkin saja terkejut, mereka (kerabat) kan tidak tinggal di sini," jelas Puji, dikutip dari TribunLampung.com, Rabu (24/3/2021).

"Korban (ayah Kukuh) hanya tinggal bertiga dengan ibunya (Ningsih) dan pelaku."

Puji menambahkan, KPW merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Namun, semua kakaknya sudah menikah dan tinggal masing-masing dengan keluarganya.

Hanya KPW yang menemani Slamet dan Ningsih di rumah.

Selain itu, Puji mengaku tak pernah mengetahui pelaku ribut dengan orangtuanya.

Karena itulah, Puji cukup terkejut saat KPW dengan keji membunuh sang ayah.

"Setahu saya, kesehariannya biasa saja. Tidak ada sesuatu yang membuat ribut dengan orangtuanya."

"Kukuh juga rajin membantu ibu bapaknya berkebun. Karena dia kan tinggal di rumah ini bertiga," sambung Puji.

Baca juga: Sadis, Pria Tega Penggal Kepala Ayah Kandung lalu Dibawa Keliling Kampung, Diduga Tak Direstui Nikah

Diduga Gangguan Jiwa

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas menduga KPW mengalami gangguan jiwa.

Karena itu, pihaknya akan membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Kemiling, Bandar Lampung, untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

"Besok pagi akan kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa Kemiling, Bandar Lampung," jelas Edy, dikutip dari TribunLampung.com, Selasa (23/3/2021).

Hasil pemeriksaan di rumah sakit jiwa itu akan digunakan sebagai rujukan apakah pelaku mengidap gangguan jiwa atau tidak.

"Dugaan sementara gangguan kejiwaan, tapi masih kita tunggu hasil observasi rumah sakit jiwa untuk memastikan dia mengalami gangguan kejiwaan atau tidak," sambungnya.

Bantahan Kakak Pelaku

hal berbeda disampaikan oleh kakak KPW, Wanda.

Menurut Wanda, pelaku tak mengalami gangguan jiwa.

Pasalnya, selama ini pelaku berperilaku normal dan tak memiliki masalah dengan kedua orangtua.

"Bohong itu kalau adik saya mengalami gangguan kejiwaan. Dia sehat kok," bantah Wanda, Selasa (23/3/2021).

"Tidak benar pemberitaan yang saya baca kalau adik saya mengalami gangguan jiwa."

Wanda yang sudah bekerluarga mengaku sudah cukup lama tak mengunjungi orangtuanya.

Menurut Wanda, KPW lah yang selama ini hidup bersama orangtua.

"Saya sudah lama gak komunikasi. Karena saya gak tinggal di sini. Yang tinggal di sini orangtua saya saja dan Kukuh," tutur Wanda.

Hingga kini, Wanda mengaku tak tahu motif KPW menghabisi nyawa ayah kandungnya secara sadis.

Ia pun menyebut KPW selama ini kerap membantu orangtua di kebun dan tak pernah berbuat onar.

"Setahu saya, adik saya sehari-harinya bantu orangtua ke kebun. Gak ada masalah ribut-ribut sebelumya."

"Ibu saya juga gak pernah bilang kalau adik saya ada masalah," tukasnya.

Tak Direstui Nikah

Sebelum menghabisi nyawa Slamet secara sadis, KPW ternyata sempat meminta dinikahkan.

Namun, keinginan KPW itu ditolak Slamet.

"Informasi sementara yang kami terima, sang anak ini (pelaku) sempat minta dinikahkan, tapi tidak direstui oleh kedua orang tuanya," jelas Hotini.

Setelah memenggal kepala korban, KPW sempat membawa keliling kepala sang ayah berkeliling kampung.

Baca juga: Sadis, Pria Tega Penggal Kepala Ayah Kandung lalu Dibawa Keliling Kampung, Diduga Tak Direstui Nikah

Baca juga: Driver Ojol Dibegal Penumpangnya Sendiri, Baru Berjalan 100 Meter HP Dirampas dan Korban Ditusuk

KPW berniat pamer pada tetangga

Seorang warga, Tarmin, menyebut para tetangga langsung histeris seusai KPW memamerkan kepala korban.

Sebagian ketakutan, dan sebagian warga lainnya disebutnya mencari cara menghentikan aksi PK.

"Diarak (kepala korban) diperlihatkan ke sejumlah warga sambil bilang, 'Bapak saya mati. Bapak saya mati'," tutur Tarmin, Senin (22/3/2021).

Warga lantas menyergap PK dan berusaha menenangkannya yang saat itu bersimbah darah di pakaian dan tubuhnya.

"Berdarah-darah di bagian tangan dan bajunya."

"Terus ditenangkan warga, dia mau tenang, setelah itu jenazah bapaknya diurus oleh petugas yang datang," sambungnya. (TribunWow.com/Tami)

Simak artikel lain terkait anak penggal ayah 

Artikel ini telah diolah dari TribunLampung.com dengan judul Pemenggal Ayah Kandung Jalani Observasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Fakta Baru Anak Penggal Ayah di Lampung, Pelaku Curiga Akan Disantet, Anak Penggal Ayah Kandung Disebut Gangguan Jiwa, Kakak: Bohong Itu, dan Istri Menjerit Ketakutan Lihat Suami Tanpa Kepala, Anaknya Pergi Tenteng Karung

Tags:
PembunuhanPenggal KepalaLampung TengahAyahAnak
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved