Wacana Presiden 3 Periode
Ragu Jokowi Tolak Wacana 3 Periode, Said Didu Ungkit Ucapan saat Jadi Gubernur: Nggak Mikir Aja Maju
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, angkat bicara soal wacana presiden tiga periode.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
"Itu saya bilang, pernyataan 'Saya tidak berminat, tidak berniat', sama dengan memancing rakyat kalau mendukung 'Saya mengikuti Anda'," terang Said Didu.
"Kalau dia tidak setuju tiga periode maka nyatakan 'Saya tidak setuju tiga periode'."
"Itu lebih tegas."
Saat disinggung soal keputusan parlemen terkait wacana ini, menurut Said Didu, para pemimpin partailah yang memegang kendali.
"Parlemen kita itu kan istilahnya parlemen komando."
"Apa kata ketua umum itu apa yang terjadi di parlemen."
"Jadi enggak usah dihitung mereka meski sekarang berteriak."
Said Didu melanjutkan, masa jabatan presiden harus dibatasi selama dua periode.
"Kita harus ingat, kekuasaan itu kayak candu dan kekuasaan itu korup."
"Menurut saya, harus ada batasan yang jelas," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-4.55:
Refly Harun: Tidak Ada yang Mau Melewatkan Jabatan
Di sisi lain, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara sol kontroversi wacana jabatan presiden tiga periode.
Dilansir TribunWow.com, Refly menganggap Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono sama anehnya dengan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.
Pasalnya, kedua tokoh itu sama-sama mendukung wacana presiden tiga periode.
Baca juga: Alasan Qodari Kenakan Kaus Jokowi-Prabowo saat Bahas Presiden 3 Periode di Mata Najwa: Imajinasi
Baca juga: Ramai Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Qodari: Tidak Bisa Menghadapi UUD seperti Kitab Suci