Vaksin Covid
Fakta Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Disebut Mengandung Tripsin Babi hingga Efek Samping
Kedatangan Vaksin Covid-19 dari produk AstraZeneca ke Indonesia menuai banyak konflik. Ini fakta selengkapnya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Penny mengungkapkan bahwa efek samping yang dilaporkan dalam studi klinik umumnya ringan dan sedang.
Berikut ini adalah efek samping yang paling sering dilaporkan:
Pertama, reaksi lokal berupa nyeri pada saat ditekan, nyeri kemerahan, gatal, atau pembengkakan.
Kedua, reaksi sistemik ringan yakni kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, atau muntah.
7. Diisukan Mengandung Tripsin Babi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai vaksin Astrazeneca.
Hasilnya, vaksin tersebut dinyatakan mengandung tripsin babi.
Kendati dinyatakan mengandung tripsin babi MUI tetap mengeluarkan fatwa vaksin Astrazeneca boleh digunakan karena Indonesia sedang dalam kondisi darurat.
"Ketentuan hukumnya yang pertama vaksin Covid-19 AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan produksi memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam dalam konferensi persnya, Jumat (19/3/2021).
"Walau demikian, yang kedua, penggunaan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca pada saat ini hukumnya dibolehkan," kata dia.
Berkaitan dengan pernyataan MUI ini, melalui rilis resmi yang ditermia Kompas.com, Sabtu (20/3/2021), pihak AstraZeneca membantahnya.
Dalam pernyataan tersebut, pihak AstraZeneca menegaskan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.
"Kami menghargai pernyataan yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penting untuk dicatat bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasikan oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris," jelasnya.
"Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya," tegas mereka.
Diyakinkan pula oleh pihak AstraZeneca bahwa vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara di seluruh dunia dan termasuk oleh negara-negara muslim.