Vaksin Covid
Sempat Disebut Bahaya, Sederet Negara Ini Tetap Lanjutkan Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca sempat disebut mengakibatkan efek negatif penggumpalan darah.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca sempat disebut mengakibatkan efek negatif penggumpalan darah.
Dilansir TribunWow.com, sejumlah negara memutuskan melanjutkan penggunaan vaksin tersebut.
Diketahui setelah isu efek samping AstraZeneca bergulir, European Medicines Agency (EMA) telah menetapkan vaksin tersebut tetap aman dan efektif.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Tak Perlu Divaksin Lagi, Ahli WHO Tetap Sarankan: Terutama bagi Prioritas
Jerman memutuskan akan melanjutkan vaksinasi menggunakan AstraZeneca mulai Jumat (19/3/2021).
Walaupun begitu, peringatan khusus akan tetap diberikan mengingat adanya potensi efek samping.
"Tujuan umum pemerintah dan 16 wilayah untuk vaksinasi menggunakan AstraZeneca akan dimulai besok," kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, dikutip dari DW.com.
Sebelumnya Jerman sempat menunda vaksinasi terkait bahaya efek samping AstraZeneca.
Namun, setelah mendengar rekomendasi EMA, Spahn memperikan persetujuan untuk melanjutkan vaksinasi.
"Analisis EMA telah mengonfirmasi langkah yang kami ambil," jelas Spahn.
"Langkah yang tepat untuk menunda vaksinasi setelah muncul peringatan naiknya kasus sampai tipe penggumpalan darah yang sangat langka ini dapat diteliti."
Baca juga: Beredar Isu Vaksin AstraZeneca Sebabkan Penggumpalan Darah, Kemenkes Bantah: Tidak Berhubungan
Selain Jerman, terdapat beberapa negara lain yang akan melanjutkan vaksin menggunakan AstraZeneca.
Misalnya Perancis, Italia, Latvia, Bulgaria, dan Slovenia yang mengikuti rekomendasi EMA.
"Vaksin Covid-19 AstraZeneca efektif, seperti yang disampaikan EMA. Vaksin tersebut hanya memiliki efek samping yang relatif sedikit," kata Perdana Menteri Perancis Jean Castex.
Hal serupa dikatakan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.
Ia menyebut vaksinasi akan segera dilanjutkan.
Draghi menegaskan prioritas pemerintah adalah untuk melakukan vaksinasi sebanyak mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.
Sementara itu Spanyol akan mulai memperkenalkan vaksinasi AstraZeneca, tetapi membatasi hanya untuk golongan tertentu demi meminimalkan risiko kesehatan.
Selanjutnya Lithuania juga akan melanjutkan vaksinasi dengan AstraZeneca mulai Jumat, seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan Arunas Dulkys.
Dulkys, bersama dengan presiden, perdana menter, dan anggota parlemen Lithuania akan mendapatkan disuntikkan AstraZeneca, pada Senin (22/3/2021) mendatang.
Sikap Pemerintah Indonesia
Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca disebut-sebut menyebabkan penggumpalan darah setelah disuntikkan.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi lalu mengklarifikasi isu tersebut.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Heboh Isu Vaksin Covid-19 Sinovac akan Kedaluwarsa, Kemenkes Konfirmasi: Sudah Habis
Ia membenarkan ada sejumlah negara yang membatalkan penggunaan vaksin buatan AstraZeneca tersebut.
"Menurut ahli dari beberapa informasi ada enam negara yang sementara menghentikan pemberian vaksinasi dengan menggunakan vaksin dari merk AstraZeneca karena dugaan atau kecurigaan kejadian pascaimunisasi yaitu penggumpalan darah atau kita sebut sebagai clotting atau tromboemboli," papar Nadia.
Selain itu, ia menyebut Badan Pengawas Obat Eropa (European Medicines Agency alias EMA) telah mengungkapkan hasil penelitian mereka terhadap kecurigaan ini.

Dapat dipastikan kasus penggumpalan darah itu tidak berhubungan dengan vaksin AstraZeneca.
Hal itu tampak dari jumlah kasusnya yang masih kecil dibandingkan vaksinasi yang berhasil tanpa efek samping.
"Tetapi kita tahu pada tanggal 11 Maret yang lalu Badan POM Eropa telah mengumumkan dan mereka telah mengkaji bahwa terjadinya pengentalan darah dengan kejadian setelah penyuntikan vaksin AstraZeneca ini tidak berhubungan," jelas Nadia.
"Angkanya juga masih jauh lebih kecil dibandingkan angka yang terjadi di masyarakat," lanjutnya.
Baca juga: Isi Formulir dan Pertanyaan untuk Vaksin Covid-19 Lansia di DKI Jakarta, Klik dki.kemkes.go.id
Walaupun begitu, dugaan ini masih perlu dikaji ulang.
"Sehingga kemudian Badan POM Eropa memastikan tidak ada hubungan antara terjadinya penggumpalan darah dengan vaksin AstraZeneca," kata Nadia.
"Tetapi mereka tetap memonitor lebih lanjut," tambahnya.
Dengan demikian, sejauh ini penggunaan vaksin AstraZeneca masih dianggap aman.
"Sampai saat ini penggunaan vaksin ini masih aman untuk dipakai," kata Nadia.
Nadia menyebut BPOM Indonesia sudah memberi izin darurat penggunaan vaksin buatan AstraZeneca.
Namun setelah beredar isu efek samping ini, untuk sementara penggunaan vaksin tersebut ditunda. (TribunWow.com/Brigitta)