Breaking News:

Vaksin Covid

Beredar Isu Vaksin AstraZeneca Sebabkan Penggumpalan Darah, Kemenkes Bantah: Tidak Berhubungan

Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca disebut-sebut menyebabkan penggumpalan darah setelah disuntikkan.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
ILUSTRASI - Foto tangkapan layar Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tinjau vaksinasi Covid-19 pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Terbaru, Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca disebut-sebut menyebabkan penggumpalan darah setelah disuntikkan. 

TRIBUNWOW.COM - Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca disebut-sebut menyebabkan penggumpalan darah setelah disuntikkan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi lalu mengklarifikasi isu tersebut.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Senin (15/3/2021).

Ilustrasi vaksinasi.
Ilustrasi vaksinasi. Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca disebut-sebut menyebabkan penggumpalan darah setelah disuntikkan. (Net)

Baca juga: Heboh Isu Vaksin Covid-19 Sinovac akan Kedaluwarsa, Kemenkes Konfirmasi: Sudah Habis

Ia membenarkan ada sejumlah negara yang membatalkan penggunaan vaksin buatan AstraZeneca tersebut.

"Menurut ahli dari beberapa informasi ada enam negara yang sementara menghentikan pemberian vaksinasi dengan menggunakan vaksin dari merk AstraZeneca karena dugaan atau kecurigaan kejadian pascaimunisasi yaitu penggumpalan darah atau kita sebut sebagai clotting atau tromboemboli," papar Nadia.

Selain itu, ia menyebut Badan Pengawas Obat Eropa (European Medicines Agency alias EMA) telah mengungkapkan hasil penelitian mereka terhadap kecurigaan ini.

Dapat dipastikan kasus penggumpalan darah itu tidak berhubungan dengan vaksin AstraZeneca.

Hal itu tampak dari jumlah kasusnya yang masih kecil dibandingkan vaksinasi yang berhasil tanpa efek samping.

"Tetapi kita tahu pada tanggal 11 Maret yang lalu Badan POM Eropa telah mengumumkan dan mereka telah mengkaji bahwa terjadinya pengentalan darah dengan kejadian setelah penyuntikan vaksin AstraZeneca ini tidak berhubungan," jelas Nadia.

"Angkanya juga masih jauh lebih kecil dibandingkan angka yang terjadi di masyarakat," lanjutnya.

Baca juga: Isi Formulir dan Pertanyaan untuk Vaksin Covid-19 Lansia di DKI Jakarta, Klik dki.kemkes.go.id

Walaupun begitu, dugaan ini masih perlu dikaji ulang.

"Sehingga kemudian Badan POM Eropa memastikan tidak ada hubungan antara terjadinya penggumpalan darah dengan vaksin AstraZeneca," kata Nadia.

"Tetapi mereka tetap memonitor lebih lanjut," tambahnya.

Dengan demikian, sejauh ini penggunaan vaksin AstraZeneca masih dianggap aman.

"Sampai saat ini penggunaan vaksin ini masih aman untuk dipakai," kata Nadia.

Halaman
123
Tags:
VaksinVirus CoronaCovid-19KemenkesTribunWow.comAstraZeneca
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved