Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Pembacokan Imam Masjid saat Sujud Salat Subuh di Temanggung, Istri Tewas Melindungi

Seorang imam masjid bernama Muhndori (69) menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Mundari (60).

Editor: Mohamad Yoenus
Istimewa via TribunJateng.com
Warga menyolati jenazah Trimah, istri yang meninggal dunia setelah melindungi suami yang akan dibunuh saat jadi imam salat Subuh di Temanggung, Jawa Tengah. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang imam masjid bernama Muhndori (69) menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Mundari (60).

Dalam peritiwa berdarah ini, istri Muhndori, Trimah (55) tewas terkena bacokan saat mencoba melindungi suaminya yang sedang menajdi imam salat Subuh.

Aksi pembacokan oleh pelaku ini terjadi di Dusun Sigran, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sekitar pukul 04.45 WIB saat salat jemaah Subuh di Musala al Iman.

Baca juga: Kronologi Pria di Lumajang Bacok Tetangganya, Berawal saat Korban Lempar Batu, Dipicu Cinta Segitiga

Mundari pun berhasil ditangkap Satreskrim Polres Temanggung pada Minggu (14/3/2021).

Kedua korban merupakan diketahui masih ada hubungan kerabat keluarga dengan pelaku.

Kondisi Korban

Akibatnya, Muhndori mengalami luka bacokan cukup parah, sedangkan istrinya yang berusaha melindungi suami juga terkena bacokan dan meninggal.

Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi mengungkapkan, pelaku merupakan tetangga korban yang sengaja mengincar korban saat mengimami salat Subuh.

"Kejadian saat pelaksanaan salat Subuh. Pelaku melakukan pembacokan sebanyak 3 kali."

"Istri korban berusaha melindungi dan terkena (bacokan-red)," terangnya, Senin (15/3/2021).

Kata Kapolres, pelaku melakukan pembacokan dengan sabit sepanjang 30 sentimeter.

Selain itu, jajaran kepolisian juga mengamankan kayu semacam tombak dengan ujung dipasang pisau.

Pelaku saat ini menjalani penyidikan intensif di Mapolres Temanggung.

"Sementara masih didalami berkaitan masalah pribadi, kebetulan (pelaku dan korban) tetangga," ujarnya.

Baca juga: Sosok Bos Geng Motor yang Bacok Polisi di Menteng, Tenggak Miras sebelum Beraksi Biar Berani

Motif Pelaku

Ia memastikan, kejadian itu tidak ada keterkaitan dengan kepercayaan atau agama.

Melainkan murni karena masalah pribadi.

"Kita sudah melakukan pertemuan dari keluarga korban dengan keluarga pelaku, sudah saling memaafkan karena ternyata masih ada sangkutan saudara," tuturnya.

Trimah yang mengalami luka pada bagian kepala meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung.

Sedangkan suaminya masih menjalani perawatan.

Kata AKBP Benny, pelaku melakukan pembacokan beberapa kali dari belakang saat korban Muhndori sedang sujud.

Jamaah salat pun sempat panik dan berhamburan lari.

"Saya minta semua pihak untuk menahan diri tidak terpengaruh atas isu-isu yang tidak bertanggung jawab."

"Kami dari pihak kepolisian akan terus melakukan penegakan hukum, penanganan baik penyidikan maupun penyelidikan secara maksimal."

"Saya minta semua tetap menahan diri demi kondusifitas situasi di Temanggung," harapnya.

Baca juga: Kegiatan Geng Motor yang Bacok Polisi di Menteng, Tantang Musuh di Medsos hingga Bentrok Lawan Warga

Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Hermawan mengatakan, pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi yang melihat langsung kejadian.

Mereka adalah warga yang ikut jemaah salat.

"Pelaku bukan bagian dari makmum, dia menunggu beberapa saat saat iqamah, setelah itu langsung masuk melakukan pembacokan terhadap imam," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 dan/atau Pasal 355 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (TribunJateng/Saiful Ma'sum)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Fakta di Balik Imam Masjid di Temanggung Dibacok saat Sujud, Keluarga Memaafkan

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
TemanggungImam MasjidJawa TengahPembacokan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved