Isu Kudeta Partai Demokrat
Soal Moeldoko, Amien Rais: Saya Tidak Yakin Dia Seberani Itu Tanpa Kedipan dari Lurah Kita Itu
Mantan Ketua MPR RI Amien Rais kembali menyoroti perpecahan dalam Partai Demokrat yang melibatkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua MPR RI Amien Rais kembali menyoroti perpecahan dalam Partai Demokrat yang melibatkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Amien Rais Official, Sabtu (13/3/2021).
Diketahui Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) di Deli Serang, Sumatera Utara.

Baca juga: Kritik Masing-masing Kubu AHY dan Moeldoko, Yunarto Wijaya Sebut Putra SBY Masih Lebih Kuat di Hukum
Hal ini membuat Moeldoko menjadi sorotan, mengingat jabatannya yang sangat dekat dengan lingkaran dalam Istana, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Amien Rais secara khusus menyoroti keterlibatan Moeldoko dalam Partai Demokrat.
"Untuk peristiwa Moeldoko, saya enggak mencampuri partai lain ya, tapi saya khusus (berkomentar) soal Moeldoko ini," ungkap Amien Rais.
"Ini 'kan sesuatu yang luar biasa," lanjutnya.
Amien meyakini tindakan Moeldoko mendapat restu dari pejabat yang lebih tinggi darinya, yakni sosok yang disebutnya sebagai lurah.
"Saya tidak yakin Moeldoko seberani itu tanpa kerlingan atau kedipan dari lurah kita itu," komentar mantan kader PAN ini.
"Jadi sampai sekarang belum terucapkan satu patah katapun," tambahnya.
Baca juga: Ini Unggahan Moeldoko seusai Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Ngobrol Bareng Tukang Sayur Gerobak
Amien menyinggung banyak simpatisan Jokowi yang mendorong agar Moeldoko melepas jabatannya di KSP.
Tidak hanya pendukung Jokowi, orang yang berada di luar pemerintahan pun menyampaikan hal itu.
Pasalnya dikhawatirkan tindakan Moeldoko akan menjadi catatan buruk dalam periode kepemimpinan Jokowi.
"Semua mengatakan, baik yang mendukung Pak Jokowi pun mengatakan tolong itu cepat dilepas dari jabatan KSP itu," ungkap Amien.
"Supaya tidak mengotori rezim Jokowi," lanjut dia.