Terkini Daerah
Kades Bongkar Ibadah Ala Aliran Hakekok di Pandeglang: Bulan Ramadan Hanya 7 Hari Puasa
Para pengikut aliran Hakekok ternyata masih menganggap keberadaan bulan suci Ramadan, namun hanya puasa selama satu minggu saja.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 16 orang penganut aliran Hakekok di Pandeglang, Banten telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Bermula dari ritual mandi bersama, masyarakat yang resah kemudian melaporkan para penganut aliran tersebut kepada aparat penegak hukum.
Diketahui, para pengikut aliran Hakekok masih mengikuti ibadah puasa di bulan suci Ramadan, namun dengan caranya sendiri.

Baca juga: Diberi Minuman Misterius oleh Pimpinannya, Pengikut Aliran Hakekok Alami Lupa Ingatan
Fakta tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya lewat acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Sabtu (13/3/2021).
Awalnya Iyat menyampaikan, masih ada penganut Hakekok lainnya selain yang ditangkap.
"Karena yang kita tangkap hanya yang sedang melakukan ritual saja," ujar dia.
Berdasarkan cerita Iyat, ada seorang penganut aliran Hakekok yang berbohong kepada keluarganya sendiri untuk mengikuti aliran sesat tersebut.
Di antara 16 orang yang diamankan, tiga di antaranya adalah anak kecil.
Menurut keterangan Iyat, anak-anak tersebut hanya mengikuti orangtua mereka.
"Anak kecil itu dia belum tahu apa-apa," jelas dia.
Ketika ditanyakan soal ritual lain yang dilakukan aliran Hakekok, Iyat menyoroti cara ibadah para penganut aliran Hakekok.
"Di bulan Ramadhan hanya tujuh hari puasa," ungkap Iyat.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, ritual mandi bareng itu terjadi pada Kamis (11/3/2021) sekira pukul 10.00 WIB.
"Ada 16 orang yang diamankan, terdiri dari lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak," kata Wakapolres Pandeglang, Kompol Riky Crisma Wardana, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.
Lewat pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, aliran Hakekok di Pandeglang baru sekali melangsungkan ritual mandi bersama.