Isu Kudeta Partai Demokrat
Ungkit Masa Presiden SBY, Salim Said Singgung Upaya Tarik Simpati soal Moeldoko Jadi Ketum Demokrat
Guru Besar Ilmu Politik Univeritas Pertahanan Indonesia, Prof. Salim Said mengungkit masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Guru Besar Ilmu Politik Univeritas Pertahanan Indonesia, Prof. Salim Said mengungkit masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden.
Dilansir TribunWow.com, Salim Said menyebut Partai Demokrat tak sepenuhnya berjasa dalam kemenangan SBY di Pilpres 2004 dan 2009.
Hal itu diungkakannya dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Bukan Moeldoko, Salim Said Sebut SBY yang Pertama Kudeta Demokrat: Kok Dipaksakan AHY Jadi Ketua
Baca juga: Sri Mulyono Tuding SBY Intervensi KPK soal Penetapan Tersangka Anas Urbaningrum: Sprindik Bocor
Mulanya, Salim Said mengaku sudah lama mengenal Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kala itu, AHY bahkan masih menjadi taruna di Akademi milter.
Meski kini jadi sorotan, AHY diakuinya sebagai pribadi yang pintar dan baik.
"AHY itu saya kenal masih taruna Akademi Militer," ujar Salim Said.
"Saya pernah kasih kuliah umum dan diskusi dengan anak muda itu di Magelang, anaknya pintar, baik."
Salim Said lantas menyinggung peran Partai Demokrat pada kemenangan SBY di Pilpres 2004 dan 2009.
Baca juga: Darmizal Menangis Ngaku Menyesal Pernah Bantu SBY, Kader Demokrat: Dulu Kabur Jadi Relawan Jokowi
Baca juga: Hendri Satrio Sebut Ada Blunder dari AHY dan SBY soal KLB Partai Demokrat: Artinya Memang Itu Kuat
Ia menilai, terpilihnya SBY jadi presiden tak sepenuhnya karena jasa Partai Demokrat.
"Persoalannya kan ada orang partai, senior, yang ikut menyukseskan Demokrat untuk memenangkan Pak SBY," jelasnya.
"Tidak betul selurunya Pak SBY jadi presiden karena Partai Demokrat."
"Ada faktor-faktor lain waktu itu yang memungkinkan Pak SBY jadi presiden, tidak seluruhnya karena Partai Demokrat."
Terkait hal itu, ia lantas mengungkit konflik SBY dan mantan Ketua MPR, mendiang Taufiq Kiemas.
Kemenangan SBY di Pilpres kala itu disebutnya karena isu perselisihan dengan Taufiq Kiemas.
"Ada faktor dia diberhentikan dari menteri Polhukam," ujar Salim Said.
"Ada dicerca oleh Taufiq Kiemas disebut cengeng atau apa."
"Anak-anak atau apalah," sahut Karni Ilyas.
"Sehingga orang mengatakan bahwa Pak SBY mendramatisir tingkah laku politik Taufiq Kiemas," sambung Salim Said.
Ia lantas membahas perselisihan Partai Demokrat dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.
"Sekarang muncul lagi tuduhan itu bahwa permainan ini sekarang adalah usaha menarik simpati."
"'Lihat tuh Moeldoko, penguasa di sekitar presiden menganiaya Partai Demokrat'."
"'Kita ini dizalimi', kata itu dipakai," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.07:
Sebut SBY Pertama Kali Kudeta Demokrat
Dalam kesempatan itu, sebelumnya Salim Said menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lah yang pertama kali melakukan kudeta di Partai Demokrat.
Ia lantas menyinggung posisi ketua umum Partai Demokrat yang kini diduduki putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca juga: Ruhut Sitompul Ungkap Alasan Keluar dari Demokrat, Mengaku Terkait Pilgub DKI Jakarta 2017
Salim Said mulanya membahas pengakuan Eks Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo.
Sebelumnya, Gatot mengaku sempat dihubungi sejumlah orang untuk mengudeta posisi AHY.
"Keterangan Gatot itu mengatakan bahwa dia yang dihubungi untuk kasarnya mengudeta Partai Demokrat," kata Salim Said.
"Gatot menolak, ada alasan moralnya dan alasannya bagus."
Salim Said menduga, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko terpilih seusai Gatot menolak tawaran kudeta.
Karena itu, Salim Said menyebut ada alasan khusus hingga sejumlah mantan kader Partai Demokrat beramai-ramai ingin menggulingkan AHY.
"Dan ternyata muncul Pak Moeldoko," ujar Salim Said.
"Jadi dugaan saya, yang mula-mula didekati itu Gatot Nurmantyo."
"Dia menolak, mereka mencari figur lain dan dapat Pak Moeldoko."
"Kenapa terjadi? Ini kan kayak orang ramai-ramai cari tokoh," lanjutnya.
Baca juga: Jawaban Moeldoko saat Ditanya Mahfud MD soal Keterlibatan di Kudeta Demokrat: Itu Kan Urusan Saya
Baca juga: Tak Ingin jadi Kacang Lupa Kulit, Ruhut Sitompul Sedih Moeldoko Dituduh Demokrat: Jangan Halu KLB
Sebagai seorang ilmuwan, Salim Said pun berupaya menyelidiki keributan yang kini dialami Partai Demokrat.
Ia mengatakaan, SBY lah orang pertama yang melakukan kudeta.
"Nah saya selidiki, sebagai ilmuwan politik, saya menghubungi orang-orang itu," jelas Salim Said.
"Jawaban mereka, yang melakukan kudeta pertama adalah Pak SBY terhadap orang Demokrat dan menjadikan anaknya ketua partai."
"Ini ada persoalan, caranya menurut orang-orang yang bikin KLB. Caranya adalah dibikin tidak terjadi kontroversi lalu putranya Pak SBY jadi ketua partai," sambungnya.
Lebih lanjut, Salim Said menyoroti terpilihnya AHY jadi ketua umum Partai Demokrat, 2020 lalu.
Menurut Salim Said, terpilihnya AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat secara aklamasi tak bisa diterima sejumlah kader.
"Yang menarik berkali-kali Pak SBY mengkritik orang yang nepotisme mengangkat anaknya menjadi ketua partai menggantikan dirinya," jelas Salim Said.
"Jadi kata orang-orang itu 'Kita tidak pernah menduga Pak SBY mendorong anaknya yang masih muda itu'."
"Masih muda usianya, tentara pangkatnya Mayor, ketika partai lain yang sudah sukses semuanya jenderal."
"Itu juga faktor mengapa mereka kesal kok dipaksakan AHY menjadi ketua," tukasnya. (TribunWow.com/Tami)