Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ungkit Masa Presiden SBY, Salim Said Singgung Upaya Tarik Simpati soal Moeldoko Jadi Ketum Demokrat

Guru Besar Ilmu Politik Univeritas Pertahanan Indonesia, Prof. Salim Said mengungkit masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden.

Channel YouTube Indonesia Lawyers Club
Tokoh Senior sekaligus Guru Besar Universitas Pertahanan, Professor Salim Said. Ia mengungkit masa kemenangan SBY di Pilpres. Menurutnya, SBY jadi presiden bukan sepenuhnya karena jasa Partai Demokrat. 

"Ada faktor dia diberhentikan dari menteri Polhukam," ujar Salim Said.

"Ada dicerca oleh Taufiq Kiemas disebut cengeng atau apa."

"Anak-anak atau apalah," sahut Karni Ilyas.

"Sehingga orang mengatakan bahwa Pak SBY mendramatisir tingkah laku politik Taufiq Kiemas," sambung Salim Said.

Ia lantas membahas perselisihan Partai Demokrat dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

"Sekarang muncul lagi tuduhan itu bahwa permainan ini sekarang adalah usaha menarik simpati."

"'Lihat tuh Moeldoko, penguasa di sekitar presiden menganiaya Partai Demokrat'."

"'Kita ini dizalimi', kata itu dipakai," tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.07:

Sebut SBY Pertama Kali Kudeta Demokrat 

Dalam kesempatan itu, sebelumnya Salim Said menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lah yang pertama kali melakukan kudeta di Partai Demokrat.

Ia lantas menyinggung posisi ketua umum Partai Demokrat yang kini diduduki putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Ruhut Sitompul Ungkap Alasan Keluar dari Demokrat, Mengaku Terkait Pilgub DKI Jakarta 2017

Salim Said mulanya membahas pengakuan Eks Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya, Gatot mengaku sempat dihubungi sejumlah orang untuk mengudeta posisi AHY.

"Keterangan Gatot itu mengatakan bahwa dia yang dihubungi untuk kasarnya mengudeta Partai Demokrat," kata Salim Said.

Halaman
123
Tags:
KLB Partai DemokratGerakan Politik Ambil Alih Partai DemokratSalim SaidSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)MoeldokoAHYKarni Ilyas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved