Pembunuhan Berantai
Pembunuhan Berantai Gegerkan Bogor, Polisi Sebut Pelaku Berperilaku Layaknya Film Serial Killer
Pelaku pembunuhan dua wanita di Bogor disebut berperilaku layaknya pemain film Serial Killer.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Modus Kencani Korban untuk Rampok Barang
Kombes Susatyo mengungkapkan, jarak antara pembunuhan pertama dan kedua dilakukan MRI dalam rentang waktu dua minggu.
Pelaku, kata Susatyo, berkenalan dengan korban-korbannya melalui media sosial.
Modusnya dengan mengencani lalu menguasai harta milik korban.
"Ia pelaku tunggal, membunuh dan membuang jasad korbannya seorang diri," kata Susatyo.
"Modusnya sama, tersangka ini berjanjian kenalan lewat medsos, kemudian ketemu dibawa dengan iming-iming uang ke penginapan, lalu setelah berkencan, korban dihabisi dengan dicekik kemudian barang-barangnya diambil," ujar dia.
Kapolres Bogor AKBP Harun menyampaikan hal yang sama.
Harun mengungkapkan, pembunuhan EL bermula saat tersangka MRI berkenalan lewat media sosial dengan korban EL.
Modus yang digunakan, yaitu tersangka mengiming-imingi uang dengan cara jalan bareng atau kencan ke Puncak Bogor.
EL lalu dibunuh di sebuah penginapan saat kencan di Puncak Bogor.
"Motifnya mengambil barang milik korban dengan berkencan terlebih dahulu. Intinya kasus ini sama dengan di Kota Bogor (mayat perempuan dalam plastik)," ucap Harun.
Baca juga: Update Mayat Wanita dalam Plastik di Bogor, Pelaku Pembunuhan Akhirnya Ditangkap, Ini Kata Polisi
Korban Tewas Dicekik dan Dimasukkan ke Plastik
Kombes Susatyo menjelaskan, Korban DS ditemukan dengan kondisi kedua kaki terikat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik sampah berukuran besar berwarna hitam.
Dari hasil otopsi, diketahui ada luka benda tumpul di bagian leher korban.
Polisi menduga korban DS tewas dibunuh dengan cara dicekik.