Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Mahfud MD Buka-bukaan Alasan Moeldoko Tak Kabari Jokowi soal KLB: Hebat Juga Gerakan Diam-diamnya

Mahfud MD mengutip jawaban Moeldoko saat ia tanyai mengapa tak mengabari Presiden Jokowi soal rencana datangi KLB di Deliserdang.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
youtube najwa shihab
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan sikap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap isu Partai Demokrat dan Kepala KSP Moeldoko. Ditayangkan dalam acara Mata Najwa, Rabu (10/3/2021). 

"Dan memang semuanya kan kaget waktu itu," kata dia.

"Baru sorenya itu baru ribut. Orang sudah sampai di Medan semua."

"Saya bilang hebat juga nih gerakan diam-diamnya. Tiba-tiba meledak di Medan."

"Saya tahunya juga sorenya karena dapat surat dari AHY," pungkas Mahfud.

Baca juga: Darmizal Menangis Sesenggukan Menyesal Dukung SBY saat Bahas KLB, Demokrat: Jangan Buat Drama

Simak videonya mulai menit ke-3.50:

Khawatirkan Nama Jokowi Dibawa-bawa

Semenara itu, pengamat komunikasi politik Ade Armando menilai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebaiknya mundur dan fokus di Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Cokro TV, Senin (8/3/2021).

Diketahui Moeldoko baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) yang diadakan di Deliserdang, Sumatera Utara, akhir pekan lalu.

Pengamat komunikasi politik Ade Armando menilai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebaiknya mundur dan fokus di Partai Demokrat, Senin (8/3/2021).
Pengamat komunikasi politik Ade Armando menilai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebaiknya mundur dan fokus di Partai Demokrat, Senin (8/3/2021). (Capture YouTube Cokro TV)

Baca juga: AHY Datang Minta Saran, Jimly Asshiddiqie Beri Sederet Wejangan soal Demokrat, Ini Katanya

Menurut Ade, pemilihan Moeldoko menjadi penting mengingat posisinya yang dekat dengan Istana.

"Sebenarnya kisruh perebutan kekuasaan dalam parpol memang kisah biasa. Tapi dalam pertarungan ini menjadi luar biasa karena ada nama Pak Moeldoko, Ketua KSP, yang terpilih menggantikan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)," papar Ade Armando.

Ia menyinggung nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga diseret dalam upaya kudeta Demokrat.

Tidak hanya itu, ada beberapa tuduhan yang menyebut Jokowi adalah dalang di balik perpecahan Demokrat.

"Tak terhindarkan orang pun menyebut-nyebut nama Presiden Jokowi," kata Ade.

"Salah satu tuduhannya Jokowi adalah mastermind penggulingan kekuasaan. Buat saya tuduhan ini tak masuk akal, tapi bisa dipahami juga kalau isu ini akan terus bergulir," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved