Terkini Daerah
Geng Motor Konvoi Sambil Pamer Senjata Tajam, 15 Anggotanya Ditetapkan Polisi sebagai Tersangka
15 anggota geng motor All Star Serang Timur ditetapkan sebagai tersangka atas aksi konvoi sambil mambawa senjata tajam pada Sabtu (6/3/2021) lalu.
Penulis: Ulfa Larasati
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Puluhan remaja yang konvoi dengan mengendarai sepeda motor dan dilengkapi senjata tajam sempat menggegerkan warga Kota Serang, Banten Sabtu (6/3/2021) pukul 03.00 WIB.
Polisi pun telah menangkap sejumlah anggota geng motor terkait aksi yang dipicu balas dendam tersebut.
Kabar terbaru yang dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, dari 19 orang yang ditangkap, 15 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Masing-masing tersangka dijatuhi hukuman yang berbeda.
"Ada 15 sudah ditetapkan tersangka, 5 dilakukan penahanan dan 10 orang wajib lapor karena Tipiring," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Martri Sonny, Selasa (9/3/2021).
10 orang yang wajib lapor tidak ditahan polisi karena dikenakan tindak pidana ringan yakni melanggar Perda Covid-19.
Tersangka lain berinisial Da (17), Ed (19) dan Al (16) akan dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sementara sang ketua geng motor All Star Serang Timur, Ag (22) terjerat Pasal 160 KUHP tentang menghasut dan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.
De (19) juga terjerat Pasal 170 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam.
Empat orang lain yang ditangkap dibebaskan lantaran tidak turut serta lakukan aksi konvoi pada Sabtu (6/3/2021) lalu.
"Saat dilakukan pemeriksaan. Yang empat pada saat itu tidak ikut kegiatan konvoi," ungkap Martri.
Saat ini peserta anggota geng motor lainnya masih dicari oleh petugas Resmob gabungan dari Polda Banten, Polres Serang Kota, Polres Serang.
Baca juga: Penampakan Senjata Tajam yang Dibawa Konvoi Geng Motor di Serang, Mulai dari Golok hingga Gergaji Es
Latar Belakang Terjadi Konvoi
Diberitakan sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Martri Sonny menyatakan konvoi geng motor All Star Serang Timur bertujuan untuk balas dendam.
"Niatnya mencari dan melakukan balas dendam kepada geng motor lainnya," ujar Martri, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Rabu (10/3/2021).
Berdasarkan penuturan Martri, balas dendam tersebut dipicu oleh peristiwa penganiayaan yang menimpa satu orang dari anggota geng motor tersebut pada Januari 2021 lalu.
Ketua geng motor, Ag lalu menghasut dan mengajak anggota lainnya untuk membalas penganiayaan yang menimpa anggotanya.
Rong-rongan dari Ag tersebut tersebar melalui pesan di grup-grup Whatsapp.
Baca juga: Kegiatan Geng Motor yang Bacok Polisi di Menteng, Tantang Musuh di Medsos hingga Bentrok Lawan Warga
Baca juga: Menyesal Bacok Polisi, Pria di Menteng Ngaku Baru Sebulan Jadi Bos Geng Motor Enjoy MBR 86
Anggota geng motor tersebut kemudian berkumpul di kawasan Kemang, Kota Serang pada Sabtu (6/3/2021).
Tujuan mereka yakni untuk mencari kelompok lainnya.
"Mereka bergerak ke SPMN 16 Kota Serang, sudah bertemu dengan beberapa geng motor," ujar Martri
"Ada lima geng motor bergabung. Kemudian menuju daerah Kilasah, Kasemen, lanjut ke Trondol," lanjut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten itu.
Kemudian saat geng motor itu tiba di lampu merah Ciceri, Kota Serang, mereka mengacungkan senjata tajam yang mereka bawa.
Sejumlah senjata tersebut berupa celurit, golok hingga gergaji es.

"Terakhir di seputaran traffic light Ciceri, mereka mengacungkan senjata. Akhirnya mereka pulang dan membubarkan diri," ungkap Martri.
Martri pun memastikan aksi konvoi dan membawa senjata geng motor ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebab, pihaknya tidak menerima laporan adanya korban.
"Tidak ada (korban) sampai sejauh ini. Kita tidak mendapatkan laporan ada korban luka," tandas Martri.
Kabar tersebut menampik informasi dalam pesan berantai yang beredar di masysrakat.
Kabid humas Polda Banten Komber Pol Edy Sumardi pun memastikan bahwa info tentang ada 9 warga yang terluka akibat aksi geng motor tersebut hanyalah hoaks belaka.
"Tidak ada (luka bacok), mereka hanya aksi show force saja setelah itu mereka balik kanan. Isu luka itu hoaks," ujar Edy.
(TribunWow/Ulfa/Jayanti)
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul Konvoi Keliling Kota Serang Bawa Senjata, Geng Motor Diduga Ingin Balas Dendam, Geng Motor yang Pamer Senjata Tajam Diminta Menyerahkan Diri, Polisi: Kalau Kabur Kami Buru sampai ke Lubang Semut dan 15 Anggota Geng Motor yang Pamer Senjata di Serang Jadi Tersangka