Breaking News:

Terkini Daerah

Geng Motor Konvoi Sambil Pamer Senjata Tajam, 15 Anggotanya Ditetapkan Polisi sebagai Tersangka

15 anggota geng motor All Star Serang Timur ditetapkan sebagai tersangka atas aksi konvoi sambil mambawa senjata tajam pada Sabtu (6/3/2021) lalu.

Penulis: Ulfa Larasati
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/RASYID RIDHO
Polisi telah menangkap sejumlah anggota geng motor yang dilengkapi senjata di Kota Serang Banten, 15 orang ditetapkan sebagai tersangka. 

Berdasarkan penuturan Martri, balas dendam tersebut dipicu oleh peristiwa penganiayaan yang menimpa satu orang dari anggota geng motor tersebut pada Januari 2021 lalu.

Ketua geng motor, Ag lalu menghasut dan mengajak anggota lainnya untuk membalas penganiayaan yang menimpa anggotanya.

Rong-rongan dari Ag tersebut tersebar melalui pesan di grup-grup Whatsapp.

Baca juga: Kegiatan Geng Motor yang Bacok Polisi di Menteng, Tantang Musuh di Medsos hingga Bentrok Lawan Warga

Baca juga: Menyesal Bacok Polisi, Pria di Menteng Ngaku Baru Sebulan Jadi Bos Geng Motor Enjoy MBR 86

Anggota geng motor tersebut kemudian berkumpul di kawasan Kemang, Kota Serang pada Sabtu (6/3/2021).

Tujuan mereka yakni untuk mencari kelompok lainnya.

"Mereka bergerak ke SPMN 16 Kota Serang, sudah bertemu dengan beberapa geng motor," ujar Martri

"Ada lima geng motor bergabung. Kemudian menuju daerah Kilasah, Kasemen, lanjut ke Trondol," lanjut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten itu.

Kemudian saat geng motor itu tiba di lampu merah Ciceri, Kota Serang, mereka mengacungkan senjata tajam yang mereka bawa.

Sejumlah senjata tersebut berupa celurit, golok hingga gergaji es.

Sebanyak 10 orang yang diduga terlibat aksi konvoi membawa senjata tajam dan blokade jalan protokol Kota Serang diamankan polisi.
Sebanyak 10 orang yang diduga terlibat aksi konvoi membawa senjata tajam dan blokade jalan protokol Kota Serang diamankan polisi. (Kompas.com/Rasyid Ridho)

"Terakhir di seputaran traffic light Ciceri, mereka mengacungkan senjata. Akhirnya mereka pulang dan membubarkan diri," ungkap Martri.

Martri pun memastikan aksi konvoi dan membawa senjata geng motor ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Sebab, pihaknya tidak menerima laporan adanya korban.

"Tidak ada (korban) sampai sejauh ini. Kita tidak mendapatkan laporan ada korban luka," tandas Martri.

Kabar tersebut menampik informasi dalam pesan berantai yang beredar di masysrakat.

Kabid humas Polda Banten Komber Pol Edy Sumardi pun memastikan bahwa info tentang ada 9 warga yang terluka akibat aksi geng motor tersebut hanyalah hoaks belaka.

Halaman
123
Tags:
Geng MotorSerangBanten
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved