Breaking News:

Terkini Daerah

Rumah Pejabat Kejati Riau Dilempar Potongan Kepala Anjing, Dinding dan Teras Terlumuri Darah

Rumah Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Muspidauan di Kota Pekanbaru, dilempari potongan kepala anjing.

ntmcpolri.info
Ilustrasi garis polisi - Rumah Pejabat Kejati Riau Dilempar Potongan Kepala Anjing, Teras Dipenuhi dengan Ceceran Darah 

TRIBUNWOW.COM - Rumah Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Muspidauan di Kota Pekanbaru, dilempari potongan kepala anjing.

Muspidauan menjelaskan, kepala anjing itu ditemukan di teras depan rumahnya pada Jumat (5/3/2021), sekitar pukul 05.00 WIB.

Awalnya, Muspidauan hendak melaksanakan salat Subuh ke masjid dekat rumahnya.

"Pas keluar rumah jam 05.00 subuh ada tampak pisau, saya bawa ke dalam rumah. Tapi, tidak ada tampak darah di pisaunya," ujar Muspidauan kepada wartawan, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Bali Dihebohkan Kelas Asusila oleh WNA Bertarif Rp 8 Juta per Orang, Kasus Pertama di Pulau Dewata

Baca juga: Terkait 64 Kepala Sekolah Mengundurkan Diri Serentak, Kejari Bantah Lakukan Pemeriksaan Dana BOS

Awalnya, Muspidauan tidak begitu menghiraukan pisau yang ditemukan itu dan lanjut pergi salat Subuh.

Usai salat Subuh, Muspidauan merasa penasaran dan meminta anaknya mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk melihat kejadian dari Kamis malam.

"Setelah cek CCTV, anak saya keluar rumah, tampak kepala anjing,'' kata Muspidauan.

Merasa curiga, ia kembali melihat rekaman CCTV dengan teliti.

Ternyata, kepala anjing itu dilempar oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan helm.

''Ada dua orang pakai helm melemparkan kepala anjing," kata Muspidauan.

Baca juga: Sebut Moeldoko Jadi Ketum Abal-abal, Andi Mallarangeng Kasihan: Waktu Itu Bilang Hanya Ngopi-ngopi

Teras dan dinding rumahnya dilumuri darah dari potongan kepala anjing tersebut.

Atas kejadian itu, Muspidauan membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.

Muspidauan mengatakan, semenjak menjadi penegak hukum di wilayah Riau, baru kali ini ia mendapat teror.

"Sudah 30 tahun saya bekerja baik-baik saja. Belum pernah terjadi kejadian seperti ini. Ini semacam teror psikis bagi saya," tutur Muspidauan.(*)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved