Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ungkap Pemicu KLB Sibolangit, Max Sopacua Klaim Internal Demokrat Resah Sejak AHY Jadi Ketum

Max Sopacua mengklaim pemicu terjadinya KLB ini adalah regenerasi Partai Demokrat yang dinilai tidak sesuai dengan keinginan partai.

Instagram/@pdemokrat
Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Kegiatan Konsolidasi di Pangalengan Jawa Barat, Kamis (4/3/2021). Terbaru, Max Sopacua mengklaim pemicu terjadinya KLB ini adalah regenerasi Partai Demokrat yang dinilai tidak sesuai dengan keinginan partai, yakni terpilihnya AHY menjadi Ketum setelah masa kepemimpinan SBY. 

TRIBUNWOW.COM - Diprakarsai oleh sejumlah eks kader Demokrat, partai berlambang mercy tersebut mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB), di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Satu dari beberapa penggagas KLB itu adalah Max Sopacua yang kini telah dipecat dari Partai Demokrat.

Max mengklaim, KLB itu adalah puncak dari keresahan para kader Demokrat selama bertahun-tahun.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua dalam konferensi pers kongres luar biasa (KLB) di Hotel The Hills, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
Mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua dalam konferensi pers kongres luar biasa (KLB) di Hotel The Hills, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi akan Cek KLB Demokrat di Deliserdang: Kalau Tidak Ada Izin, Usir

Baca juga: Tanggapi KLB Demokrat, SBY Bakal Turun Gunung, Para Kader Diminta Dengarkan Arahan

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, Max merunut mulai dari peristiwa KLB partai Demokrat di Bali pada tahun 2013 silam.

"Latar belakang yang mengakibatkan terjadinya KLB ini karena adanya kesumbatan yang terjadi bertahun-tahun," ujar Max.

Max menceritakan mulai dari awal Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketua umum (Ketum) Demokrat.

"Di situ kita mendukung penuh pak SBY untuk jadi ketua umum, karena ini untuk menyelamatkan partai setelah pak Anas tersandung masalah," katanya.

Max bercerita, pada saat itu SBY berjanji untuk membuka regenerasi kepemimpinan partai.

Namun pada tahun 2105 SBY justru terpilih menjadi ketum secara aklamasi.

"Jadi kami merasa apa yang dijanjikan saat 2013, tidak terlaksana. Malah dulu saat 2015 ada nama Marzuki Ali tersendat juga untuk menjadi calon, sehingga kembali terjadi aklamasi," ucap Max.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved