Isu Kudeta Partai Demokrat
Jhoni Allen Klaim 7 Ketua DPC Bali Hadiri KLB Partai Demokrat, Ketua DPD Bali: Pembohongan Publik
Mantan petinggi Partai Demokrat, Jhoni Allen mengklaim kongres luar biasa (KLB) yang digagasnya legal dan sah.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Mantan petinggi Partai Demokrat, Jhoni Allen mengklaim kongres luar biasa (KLB) yang digagasnya legal dan sah.
Pasalnya menurut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, di antaranya adalah didukung dan dihadiri oleh dua per tiga ketua DPD dan separuh ketua DPC.
Dilansir TribunWow.com, Jhoni Allen menyebut unsur tersebut sudah terpenuhi.

Baca juga: Jawaban Max Sopacua saat Ditantang Andi Mallarangeng Sebutkan 1 Ketua DPD yang Hadir di KLB Demokrat
Baca juga: Reaksi Andi Mallarangeng Ditawari Max Sopacua Jadi Pengurus di Partai Demokrat Hasil KLB
Dirinya menyatakan di antaranya ada tujuh ketua DPC dari Bali yang hadir dalam KLB tersebut.
"Sangat benar, itu benar sekali. Tanda tangannya dan fisik juga jelas," ujar Jhoni Allen.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta memberikan bantahan.
Dirinya memastikan bahwa tidak ada satupun ketua DPC Bali yang menghadiri KLB di Sumut.
Menurutnya, dalam waktu yang sama, tujuh orang yang diklaim Jhoni Allen datang ke KLB justru menghadiri acara Partai Demokrat di Bali.
"Pernyataan bahwa ada 7 ketua DPC dari 9 yang hadir, kemarin kami di Bali itu menggelar Rakorda, semua DPC itu hadir, ada 9," ungkapnya
"Jadi tidak ada yang hadir ke sana, karena kami menggelar acara yang sama di Bali, yaitu Rakorda," jelas Mudarta.
Baca juga: Pidato Perdana Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Versi KLB, Berapi-api Serukan Kejayaan Demokrat
Mudarta lantas menyebut bahwa Jhoni Allen telah melakukan pembohongan publik.
"Ini kan pembohongan publik, Anda figur publik harusnya memberikan contoh kepada semua agar menghormati hukum dan moral," sebut Mudarta.
Menanggapi hal itu, Jhoni Allen mengaku siap membuktikannya.
Pasalnya menurut Jhoni Allen, pihaknya memiliki bukti berupa foto dan tanda-tangan ketujuh ketua DPC Bali yang hadir.
Jhoni Allen bahkan mengungkit dukungan kepada Mudarta yang disebutnya hanya ada dua ketua DPC dari sembilan DPC.
"Enggak tahu ada orang yang memiliki mukanya mirip dengan para ketua DPC itu. Nanti kita buktikan verifikasi. Kita buktikan fotonya yag tujuh orang itu, tanda-tangannya, jadi enggak usah asal bicara," terang Jhoni Allen.
"Karena saya tahu bahwa yang memennangkan Sampeyan itu menjadi Ketua DPD Musda kemarin, hanya dua DPC," pungkasnya.
Simak video lengkapnya:
Max Sopacua Ditantang Sebutkan 1 Ketua DPD yang Hadir di KLB
Mantan kader Partai Demokrat, Max Sopacua menyebut bahwa kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara adalah legal.
Max Sopacua juga mengklaim KLB yang menghasilkan Moeldoko sebagai ketua umum tersebut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng meminta Max Sopacua menyebutkan satu ketua DPD yang hadir dalam KLB tersebut.
Dilansir TribunWow.com, momen tersebut terjadi dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi ''tvOne', Sabtu (6/3/2021).
"Boleh enggak tanya? Tolong sebutkan satu nama saja ketua DPD yang hadir?" tanya Andi.
Baca juga: Prihatin dengan Adanya KLB Partai Demokrat, Marzuki Ali Harapkan AHY Islah dengan Moeldoko
Menjawab hal itu, Max Sopacua mengaku kurang paham.
Pasalnya ia mengaku tidak mengurusi pendaftaran.
Ia meminta kepada Andi Mallarangeng untuk datang sendiri atau menanyakan langsung kepada panitia KLB.
"Saya bukan urusan untuk pendaftaran, Andi Mallarengeng boleh datang mengecek dan lain-lain," jawab Max Sopacua.
Mendengar jawaban dari Max Sopacua, Andi Mallarangeng menyimpulkan bahwa memang yang bersangkutan tidak bisa menyebutkannya.
"Enggak bisa sebutin dia, satu saja dari 34 ketua DPD yang hadir," kata Andi Mallarangeng tertawa.
Terlepas dari itu, Max Sopacua menegaskan bahwa KLB sudah selesai.
Dirinya mengaku tidak masalah disebut sebagai KLB abal-abal atau ilegal.
Baca juga: Pidato Perdana Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Versi KLB, Berapi-api Serukan Kejayaan Demokrat
"Anda tidak perlu banyak ngomong, kami sudah selesai kongres. Anda kalau mau berhadapan di lembaga hukum," tegas Max Sopacua.
"Anda mau bilang abal-abal, mau kudeta, mau penghianat silahkan, kami tetap berprinsip bahwa kita sudah menyelenggaran KLB dengan sukses dengan menghasilkan ketua umum yang baru dan tidak bisa didugat oleh Anda, kecuali pengadilan yang menggungat," jelasnya.
Lebih lanjut, Andi kembali menegaskan bahwa memang tidak ada ketua DPD Partai Demokrat yang menghadiri KLB di Sumut.
Sehingga dirinya tetap berkeyakinan bahwa KLB tersebut bersifat ilegal dan tidak sah.
"Tidak bisa menyebutkan, saya hanya minta dari 34 ketua DPD di Indonesia, tolong sebut satu saja ketua DPD yang hadir di KLB abal-abal itu," pinta Andi.
"Kenapa saya harus mengikuti keinginan Anda? Kirimkan orang-orang Anda untuk mengecek siapa yang hadir," jawab Max Sopacua. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)