Isu Kudeta Partai Demokrat
Sosok Moeldoko yang Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Sumut, Rekam Jejak, Karier, dan Harta Kekayaannya
Moeldoko kini ditunjuk sebagai Ketua Umum Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
Editor: Lailatun Niqmah
Sebelum menjadi Panglima TNI, di masa pemerintahan SBY, Moeldoko juga sempat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Pada saat dipilih menjadi KSAD, Moeldoko menggantikan Pramono Edhie Wibowo yang merupakan kakak ipar dari SBY.
Dengan Pramono, Moeldoko juga diketahui memiliki hubungan yang lebih dari antara junior dan senior.
"Satu hal yang sungguh saya hormat dan teladani adalah yang pertama kesederhanaan beliau, kedua integritas antara ucapan dan tindakannya luar biasa," ujar Moeldoko saat menghadiri prosesi pemakaman Pramono Edhie, 14 Juni 2020 lalu.
Ditunjuk Panglima TNI oleh SBY
Sebelum duduk sebagai pejabat Istana Kepresidenan, Moeldoko dikenal dengan pengabdiannya di TNI Angkatan Darat.
Di militer, karier Moeldoko mulai memuncak ketika menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD.
Jabatan itu diemban Moeldoko selama kurang lebih 3 bulan, terhitung sejak 20 Mei hingga 30 Agustus 2013.
Setelah itu, Moeldoko ditunjuk oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang tidak lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus ayah AHY, untuk naik pangkat dan menjadi Panglima TNI.
Alumnus Akabari angkatan 1981 ini menggantikan Laksamana Agus Suhartono saat ditunjuk sebagai orang nomor satu di TNI.
Politik Praktis
Kursi Panglima TNI dijabat Moeldoko selama hampir 2 tahun, mulai 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015.
Usai pensiun dari militer, Moeldoko sempat menjajaki ranah politik praktis.
Dia tercatat masuk ke dalam jajaran pengurus Partai Hanura pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) pada 2016.
Namun, pada 2018 Moeldoko mengundurkan diri dari partai tersebut.