Isu Kudeta Partai Demokrat
Herman Khawatir Rekaman Dugaan Mahar di Demokrat Jadi Fitnah, Jhoni Allen Tantang Bocorkan Kwitansi
Jhoni Allen Marbun menegaskan bukti yang ia berikan di acara Mata Najwa adalah bukti yang kredibel.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Mantan petinggi Partai Demokrat, Jhoni Allen mengeluarkan bukti rekaman dugaan adanya praktik mahar dalam tubuh Demokrat.
Sementara itu, pihak Demokrat merasa sosok yang terdapat dalam rekaman Jhoni itu hanyalah segelintir oknum saja.
Seusai menampilkan bukti rekaman, Jhoni menantang akan membuka bukti kwitansi.

Baca juga: Sosok Jhoni Allen, Eks Demokrat yang Tuduh SBY Kudeta Partai hingga Dipuji Sakti
Hal itu terjadi di acara Mata Najwa, Rabu (3/3/2021) malam.
Awalnya, Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron merasa khawatir bahwa rekaman yang diberikan oleh Jhoni justru akan menjadi fitnah.
"Saya tidak mengerti persis ya tentang persoalan ini," kata Herman menanggapi kebenaran dari rekaman suara itu.
"Justru mempertanyakan kalau memang ada rekaman seperti ini, jangan kemudian menjadi fitnah."
"Kan bisa saja itu oknum," sambungnya.
Host acara, Najwa Shihab kemudian menanyakan pada Jhoni terkait bukti lain.
"Anda punya bukti lain tidak selain percakapan itu?" tanya Najwa.
"Ada kwitansi, kalau mau perlu kita beberkan," jawab Jhoni.
Mendengar tanggapan dari Jhoni, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon memotong Jhoni yang tengah berbicara.
"Ini jangan main-main wilayah itu harusnya," kata Jansen.
"Tidak main-main, itulah menjadi penyebab utama," ucap Jhoni dengan nada tinggi.
"Heh Sitindaon, kalau kau ngomong," lanjut Jhoni.
"Ini kan soal pihak ketiga pemberi uang," saut Jansen.
Rekaman soal Praktik Mahar
Dikutip dari Instagram @matanajwa, pada rekaman itu tertulis bahwa suara yang ada dalam rekaman adalah percakapan dari dua kader Demokrat yang memperbincangkan soal mahar pilkada.
Dengan suara yang telah disamarkan, terungkap bahwa kader yang ingin mencalonkan sebagai wali kota harus mengeluarkan uang Rp 150 juta per satu kursi supaya bisa mendapat dukungan untuk dicalonkan oleh partai.
Jumlah yang lebih fantastis adalah untuk kader yang ingin menjadi wakil gubernur, harus merogoh kocek miliaran hingga Rp 18,5 miliar supaya bisa dicalonkan oleh partai.
Berdasarkan pengakuan kader dalam rekaman, biaya mahar itu harus dibayar dalam bentuk kontan.
Baca juga: Nama Ridwan Kamil Disebut Masuk Bursa Pengganti AHY di Demokrat, Pengamat: Dia akan Terjebak Konflik
Berikut ini adalah transkrip dari rekaman soal mahar di tubuh Demokrat yang diputar dalam acara Mata Najwa:
Kader A: Gimana-gimana? Bayar?
Kader B: Iya Pak
Kader A: Kan Ketua DPC Kamu?
Kader B: Ya aturannya begitu, mau bagaimana lagi kita? Kita ikutin juga lah
Kader A: Ketua DPC berapa kursi dapat?
Kader B: Saya ketua DPC dan mantan Ketua DPRD lagi di sana
Kader A: Waduh hebat
Kader B: Saya nyalon Wali Kota kita bayar, katanya bayar 150 per satu kursi
Kader A: Berapa kursi kamu?
Kader B: Kali enam berarti saya
Kader A: Oh enam kursi dapat. Pimpinan ya? Berarti 900 juta bayarnya?
Kader B: Iya
Kader A: Kontan itu?
Kader B: Iya Pak
Kader A: Haduh ya Allah
Kader B: Yang tragis lagi itu orangtua saya. Mantan Wali Kota mau jadi Wakil Gubernur, sudah diminta semuanya 7,5
Kader A: 7,5 apa?
Kader B: Miliar Pak,
Kader A: Hanya Wagub ya?
Kader B: Wagub, wagub. sesudah itu ditimpalin sama calon lain 18,5 lewat orangtua saya
Baca juga: Nilai Demokrat Pecat 7 sebagai Langkah Blunder, Pengamat: Ini Jadi Bumerang dan Bom Waktu bagi AHY
Simak videonya mulai menit ke-1.35:
(TribunWow.com/Anung)