Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Sindir SBY, Loyalis Anas Urbaningrum: Yang Mahal dari Pak SBY adalah Sikap Legowo dan Kejujuran

Mantan loyalis Anas Urbaningrum, Sri Mulyono menyindir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pernyataannya baru-baru ini.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mantan loyalis Anas Urbaningrum, Sri Mulyono menyindir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pernyataannya baru-baru ini. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan loyalis Anas Urbaningrum, Sri Mulyono menyindir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pernyataannya baru-baru ini.

Sebelumnya, ia membenarkan pernyataan mantan politisi senior Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun, yang menyebut SBY mengkudeta Anas Urbaningrum (AU) pada 2013 silam.

"Jhoni Allen ikut hadir dalam rapat untuk mengkudeta AU saat itu," ujar Mulyono saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021).

Dirinya yang saat itu menjadi loyalis Anas mengatakan memang kewenangan Ketum Anas diambil alih oleh SBY.

Baca juga: Marzuki Alie akan Laporkan Petinggi Demokrat ke Bareskrim: Yang Fitnah Itu Syarief Hasan, Rachland

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2014)
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2014) (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA/Kompas.com)

"Belum puas seperti itu, SBY di Jeddah mendesak KPK untuk segera memperjelas status AU," jelasnya.

Pria yang pernah berseteru dengan SBY lantaran tulisannya berjudul "Kejarlah Daku, Kau Terungkap" ini menambahkan, desakan SBY terhadap KPK saat itu untuk memperjelas status Anas merupakan bentuk intervensi.

"Itu jelas-jelas intervensi dan desakan kepada KPK untuk segera tersangkakan AU. Ini jenis kudeta yang lain lagi, menabok nyilih tangan. Kudeta dengan pinjam tangan KPK lewat oknum tertentu di KPK," lanjutnya.

Dirinya juga tak percaya bahwa saat itu SBY mengemas kudeta tersebut dengan menggunakan bahasa penyelematan organisasi.

"Mau dikemas bahasa penyelamatan organisasi atau terserahlah namanya apa. Tetap saja itu hakikatnya kudeta. Itu SBY mengkudeta AU," ungkap Sri Mulyono.

Dirinya menduga peristiwa yang dilakukan SBY terhadap Anas masih berkaitan dengan Kongres di Bandung, di mana jagoan SBY saat itu kalah telak dengan Anas.

"SBY sangat mungkin dendam dengan peristiwa Kongres partai Demokrat di Bandung. Itu fakta, SBY kalah dan kecewa berat di Kongres Bandung. Yang mahal dan mewah dari Pak SBY adalah sikap legowo dan kejujuran," pungkas Sri.

Baca juga: Herzaky Minta KLB Bodong Tak Diselenggarakan: Sudah Mantan Kader, Masih Mau Ikutan Urus Demokrat

Sebelumnya, eks politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun mengungkap fakta soal perilaku Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di masa silam.

Jhoni menyebut, SBY melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum pada 2013 lalu.

Hal itu terjadi pada Kongres Luar Biasa (KLB) tahun 2013 lalu, yang mengantarkan SBY memjadi Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum.

Saat itu SBY menjabat sebagai ketua dewan pembina partai Demokrat.

Manuvernya adalah dengan cara membentuk presidium untuk mengambil alih tongkat ketua umum Anas Urbaningrum yang saat itu sedang menjalani kasus hukum korupsi.

"SBY selaku ketua dewan pembina Partai Demokrat dan juga Presiden RI mengambil kekuasaan Anas Urbaningrum dengan cara membentuk presidium di mana ketuanya SBY, wakil ketua Anas Urbaningrum yang tidak memiliki fungsi lagi menjalankan roda partai Demokrat sebagai ketum," kata Jhoni melalui video yang diterima wartawan, Senin (1/3/2021).

"Inilah sebenarnya kudeta yang pernah terjadi di Partai Demokrat," imbuhnya.

Jhoni Allen mengatakan, setelah Anas menjadi tersangka, Demokrat menggelar kongres luar biasa di Bali pada 2013.

Baca juga: Perang Tagar di Twitter soal Kisruh di Demokrat, Pegiat Medsos Sebut Pendukung AHY Pakai Akun Bot

Ketika itu, kata Jhoni, SBY mengatakan hanya akan melanjutkan sisa kepemimpinan Anas hingga tahun 2015.

Selain itu, Jhoni mengaku dirinya pernah diperintah SBY untuk membujuk Marzuki Alie agar tidak maju sebagai kandidat ketua umum.

Padahal, Marzuki mendapatkan suara terbesar kedua setelah Anas saat Kongres II.

"Saya diperintahkan oleh SBY untuk membujuk Marzuki Alie yang saat itu menjabat ketua DPR RI untuk tidak maju sebagai kandidat Ketua Umum Partai Demokrat," ujarnya.

Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap nama-nama Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya.

Selain keenam orang di atas, DPP Partai Demokrat juga memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie.

Marzuki dianggap melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat, sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat.

(Tribunnews.com/Reza Deni)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Loyalis Benarkan Pernyataan Jhoni Allen soal SBY Kudeta Anas Urbaningrum pada 2013

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Pemecatan Kader DemokratIsu Kudeta Partai DemokratKudetaPartai DemokratAnas UrbaningrumSri MulyonoSBYSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)Susilo Bambang YudhoyonoAHYAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)Agus Harimurti YudhoyonoKPK
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved