Isu Kudeta Partai Demokrat
Di Mata Najwa, Jhoni Allen Tegur Kader Demokrat Gara-gara Bersumpah: Mudah-mudahan Kau Sehat
Ketika berdebat soal pencalonan Ketum AHY, Jhoni Allen menasihati Jansen Sitindaon agar tidak sembarangan bersumpah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan sempat terjadi di Mata Najwa tentang pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono menjadi ketua umum Partai Demokrat pada Kongres tahun 2020 lalu.
Dalam acara tersebut, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon berani bersumpah bahwa pencalonan dilakukan terbuka, namun hanya AHY yang mendaftar.
Mendengar sumpah dari Jansen, mantan kader Demokrat Jhoni Allen Marbun langsung memberikan teguran.

Baca juga: Berkali-kali Puji Jhoni Allen Sakti, Demokrat Ungkap Perkataan SBY sebelum Pemecatan
Kejadian itu terjadi dalam acara Mata Najwa, Rabu (3/3/2021) malam.
Jhoni mengingatkan Jansen agar tidak sembarangan bersumpah.
"Jangan pertaruhkan kepercayaanmu kau sumpah," kata dia.
"Ini nasihat untuk Anda."
Jhoni kemudian menceritakan apa yang terjadi saat kongres versi drinya.
Ia mengatakan, pada saat itu peserta kongres yang tidak memiliki hak suara diminta untuk keluar seusai ketua umum selesai berpidato.
"Kan memang kongres itu peserta pemilik hak suara, maksud Anda bagaimana?," tanya Jansen yang tidak mengerti maksud pernyataan Jhoni.
Jhoni kemudian meminta Jansen untuk diam lalu melanjutkan penjelasannya.
"Peserta kongres adalah seluruh peserta kongres, hak suara dipakai pada saat pemilihan ketua umum," kata Jhoni.
Jhoni mengatakan, pada saat itu ada peserta yang disuruh keluar dari persidangan sebelum proses pembukaan kongres Demokrat 2020.
"Jangan kau tertutup karena faktor-faktor lain," ujar Jhoni kepada Jansen.
Ia mengatakan, pada saat itu Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang merupakan adik kandung AHY sebenarnya ingin maju juga pada Kongres 2020.
"Kalau dibuka, Ibas pun mau maju, Ibas itu juga meminta saya," ungkap Jhoni.
"Faktanya tidak ada dukungan, kalau pencalonan dibuka," bantah Jansen.
Jansen kemudian menegaskan poin pernyataannya bahwa pada kongres 2020 Demokrat, AHY secara resmi mendaftar dalam sistem pencalonan yang terbuka.
"Maksudku jangan kita mengatakan, kongres 2020 pencalonan tidak dibuka. AHY itu mendaftar," kata Jansen.
Terakhir, Jhoni hanya mendoakan Jansen agar sehat karena telah bersumpah.
"Mudah-mudahan kau sehat setelah ini karena kau bersumpah demi Tuhan, mudah-mudahan kau sehat keluar dari ruangan ini," pungkasnya.
Puji Jhoni Allen Sakti
Pada segmen sebelumnya, Jansen mengatakan, SBY saat itu tidak ingin Demokrat tergesa-gesa melakukan pemecatan terhadap Jhoni.
Pada acara tersebut, awalnya Jhoni membantah dirinya secara khusus memanggil kader Demokrat untuk membicarakan pengambil alihan kekuasaan partai.
Menurut Jhoni, dirinya tak punya wewenang untuk memanggil para kader.
Baca juga: Sebut SBY Hanya Sumbang Rp 100 Juta saat Awal Gabung Demokrat, Jhoni Allen: Tidak Berkeringat
Ia mengaku hanya menjadi tempat curhat oleh para kader-kader Demokrat.
Merespons pernyataan Jhoni, Jansen tegas membantah bahwa Jhoni tidak punya wewenang.
Ia menyebut, Jhoni sebagai sosok yang istimewa di Demokrat.
"Siapa yang tidak tahu Jhoni Allen Marbun," kata Jansen.
"Ini orang jago, orang sakti."
"Karena ini memang orang jago di Demokrat, posisinya ini memang selalu diistimewakan," sambungnya.
Untuk membuktikan keistimewaan Jhoni, Jansen menceritakan soal pertemuan antara Jhoni dan SBY sebelum terjadinya pemecatan.
"Bang Jhoni ini bertemu dengan Pak SBY dalam kapasitas selaku Ketua Majelis Tinggi partai," kata Jansen.
"Jadi ada perbincangan antar mereka," tambahnya.
Ia kemudian lanjut menceritakan bahwa meskipun para kader Demokrat sudah menekan petinggi Demokrat untuk memecat Jhoni Allen, SBY tetap tidak ingin tergesa-gesa.
"Pemecatan Bang Jhoni dan teman-teman itu bukan tindakan emosional tetapi tindakan rasional," kata Jansen.
"Pak SBY ngomong 'jangan dulu, jangan, aku ketemu dulu dengan Pak Jhoni'," ujar Jansen menirukan perkataan SBY.
"Maksudku, inilah spesialnya Bang Jhoni ini, jadi jangan juga di forum ini Bang Jhoni mengecilkan dirinya," imbuhnya.
Jansen mengatakan, kala itu perundingan antara SBY dan Jhoni tidak membuahkan hasil karena Jhoni Allen bersikeras tetap ingin memasukkan aktor eksternal.
Baca juga: Sebut KLB Demokrat Harus Seizin SBY, Andi Arief: Menko Polhukam, Depkumham Apakah Hormati Partai
Simak videonya mulai menit ke-5.56:
(TribunWow.com/Anung)